Apa Perbedaan Kepercayaan Animisme dengan Dinamisme?

Apa Perbedaan Kepercayaan Animisme dengan Dinamisme? – Sistem kepercayaan manusia purba di Indonesia dibedakan menjadi dua yaitu Animisme dan Dinamisme. Apa pengertian paham animisme? Apa pengertian paham dinamisme? Lalu, apa perbedaan dari kedua paham kepercayaan tersebut? Dan apa pula contoh dari masing-masing paham tersebut? Simak ulasan singkat berikut ini.

Apa Perbedaan Kepercayaan Animisme dengan Dinamisme?

Perbedaan Zaman Prasejarah dan Zaman Sejarah
Perbedaan Kepercayaan Animisme dengan Kepercayaan Dinamisme

Paham Kepercayaan Animisme

Animisme (pemujaan terhadap roh atau jiwa) merupakan paham kepercayaan yang meyakini bahwa jiwa atau roh terdapat pada benda-benda tertentu, tidak hanya pada makhluk hidup. Kata Animisme sendiri berasal dari kata anima yang artinya soul atau jiwa. Arwah leluhur yang telah meninggal diyakini masih mempunyai kekuatan spiritual dan dapat mempengaruhi kehidupan keturunannya.

Paham animisme memiliki keyakinan setelah manusia meninggal dunia, jiwa atau roh akan meninggalkan jasmaninya kemudian dapat berpindah menempati makhluk hidup atau benda material. Oleh sebab itu, diperlukan pemujaan kepada arwah leluhur atau benda yang memiliki kekuatan gaib tersebut agar tidak mengganggu.

Paham animisme berkeyakinan bahwa arwah leluhur juga memiliki struktur sosial seperti pada masyarakat manusia. Para arwah leluhur memiliki kedudukan terstruktur mulai dari yang paling rendah sampai paling tinggi.

Arwah leluhur yang menempati struktur sosial tinggi memepunyai pengaruh yang paling menentukan terhadap kehidupan manusia, sehingga pemujaan kepadanya juga dilakukan lebih serius dibandingkan yang lainnya. Arwah yang menempati struktur teratas mereka menyebutnya sebagai dewa.

Contoh paham animisme ini misalnya dalam upacara syukuran panen yang memanggil roh dewa pertanian, upacara kematian dan ritual pemakaman untuk mempersiapkan dan mengatur arwah orang yang baru saja meninggal menuju alam nenek moyang.,/p>

Paham Kepercayaan Dinamisme

Dinamisme (pemujaan terhadap benda) adalah paham kepercayaan yang meyakini adanya kekuatan gaib atau mistis yang terdapat pada benda-benda tertentu. Kata Dinamisme berasal dari bahasa Yunani, dunamos yang artinya daya, kekuatan atau kekuasaan.

Contoh paham dinamisme seperti pemujaan terhadap batu besar, jimat, senjata, api atau pohon. Contoh lain adalah masyarakat Jepang yang menyembah matahari, mereka percaya bahwa mataharilah yang layak disembah karena kekuatan sinarnya dapat memancar ke seluruh dunia.

Kesimpulan

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perbedaan paham animisme dan paham dinamisme adalah pada kepercayaan animisme yang dipuja adalah roh atau arwah leluhur sedangkan pada kepercayaan dinamisme yang dipuja adalah benda.

Sumber: dari berbagai sumber.