Hakikat Dan Ruang Lingkup Dalam Belajar Ilmu Fisika

Advertisement
Continue Reading Below
Hakikat Dan Ruang Lingkup Dalam Belajar Ilmu Fisika

Fisika sebagai salah satu bagian dari cabang Ilmu Pengetahuan Alam, pada hakikatnya merupakan suatu kumpulan pengetahuan (a body of knowledge), cara penyelidikan (a way of investigating), dan cara berpikir (a way of thinking).

Selain itu, fisika juga merupakan berbagai macam kumpulan pengetahuan yang mempelajari sifat dan gejala pada benda-benda di alam semesta. Oleh karena itu, pada artikel ini penulis ingin membahas mengenai apa itu yang dimaksud dengan hakikat dalam ilmu fisika serta ruang lingkupnya.

Gejala-gejala yang terjadi pada alam semesta mulanya ditangkap oleh indera manusia, misalnya mata sebagai alat optik dapat digunakan untuk melihat karena adanya cahaya; petir menggelegar dapat ditangkap oleh indera pendengaran; indra peraba seperti kulit, dapat merasakan panas.

Melalui proses interaksi antara manusia dengan alam, manusia akan menemukan suatu pengetahuan. Hasil penemuan manusia maupun penyelidikan yang dilakukan oleh para ilmuan.

Selanjutnya disusun menjadi sebuah kumpulan pengetahuan (a body of knowledge) yang disebut sebagai produk. Kumpulan pengetahuan tersebut, dapat berupa fakta, konsep, prinsip, hukum, ramus, teori, dan model.

Tujuan Mempelajari Fisika

Tujuan mempelajari fisika adalah agar manusia mengenal bagian-bagian dasar dari benda dan memahami interaksi antar benda sehingga menimbulkan gejala-gejala di alam maupun lingkungan.

Selain itu, agar manusia mampu menjelaskan fenomena-fenomena alam yang terjadi. Fisika juga menjadi ilmu pengetahuan yang mendasar, karena berhubungan dengan perilaku dan struktur benda, khususnya benda mati.

Fisika tidak hanya berlaku untuk benda-benda berukuran besar seperti planet dan matahari. Benda-benda kecil pun seperti muon, elektron, proton, bahkan foton, dapat dijelaskan melalui ilmu fisika.

Bidang Kajian Fisika

Telah disebutkan sebelumnya, bahwa fisika merupakan ilmu yang paling mendasar dari semua cabang sains (IPA) dan berhubungan dengan perilaku dan struktur materi.

Banyak bidang yang dapat dikaji dalam fisika, misalnya mekanika, gelombang dan optik, listrik dan magnet, termodinamika, relativitas, dan sebagainya. Mekanika misalnya, merupakan ilmu fisika tertua yang mempelajari tentang gerak, penyebab dan akibatnya.

Fisika terbagi menjadi fisika klasik dan fisika modem. Fisika klasik adalah Fisika yang didasari pada prinsip-prinsip yang dikembangkan sebelum bangkitnya teori kuantum, misalnya, mekanika, optika, termodinamika, dan magnet.

Sedangkan fisika modern merupakan salah satu bagian dari ilmu fisika yang mempelajari perilaku materi dan energi pada skala atomik, serta partikel-partikel subatomik atau gelombang.

Fisika modern berkembang pesat pada abad ke-20 dan ke-21 sejak penemuan teori relativitas Einstein dan radioaktivitas oleh pasangan suami istri Pierre Currie dan Marie Currie.

Alasan Belajar Fisika

Dalam belajar fisika, yang pertama harus dilakukan adalah kemampuan untuk memahami konsep, prinsip maupun hukum-hukumnya, kemudian diharapkan kamu mampu menyusun kembali pada sebuah kesimpulan sendiri sesuai dengan tingkat kematangan dan perkembangan intelektualnya.

Belajar fisika yang dikembangkan adalah kemampuan berpikir analitis, induktif dan deduktif dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peristiwa alam sekitar.

Pemecahan masalah dilakukan dengan cara kualitatif maupun kuantitatif dengan menggunakan matematika, serta dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap percaya diri.

Selanjutnya secara garis besar pembelajaran Fisika mempunyai arti sebagai berikut:

  1. Proses belajar Fisika bersifat untuk menentukan konsep, prinsip, teori, dan hukum-hukum alam, serta untuk dapat menimbulkan reaksi, atau jawaban yang dapat dipahami dan diterima secara objektif, jujur dan rasional.
  2. Pada hakikatnya mengajar Fisika merupakan suatu usaha untuk memilih strategi mendidik dan mengajar yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan, dan upaya untuk menyediakan kondisi- kondisi dan situasi belajar Fisika yang kondusif, agar murid secara fisik dan psikologis dapat melakukan proses eksplorasi untuk menemukan konsep, prinsip, teori, dan hukum-hukum alam serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Pada hakikatnya hasil belajar Fisika merupakan kesadaran murid untuk memperoleh konsep dan jaringan konsep Fisika melalui eksplorasi dan eksperimentasi, serta kesadaran murid untuk menerapkan pengetahuannya untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupannya sehari-hari.

Pembelajaran fisika dipandang sebagai suatu proses untuk mengembangkan kemampuan memahami konsep, prinsip maupun hukum-hukum fisika sehingga dalam proses pembelajarannya haruslah mempertimbangkan strategi atau metode pembelajaran yang efektif dan efisien.

Ruang Lingkup Fisika

Fisika adalah salah satu ilmu pengetahuan alam dasar yang banyak digunakan sebagai dasar dar ilmu-ilmu yang lain. Fisika adalah ilmu yang mempelajari gejala alam secara keseluruhan.

Fisika mempelajari materi, energi dan fenomena atau kejadian alam, baik yang bersifat makroskopik (berukuran besar, seperti gerak Bumi mengelilingi Matahari) maupun yang bersifat mikroskopik (berukuran kecil, seperti gerak elektron mengelilingi inti atom) yang berkaitan dengan perubahan zat atau energi.

Fisika menjadi dasar pengembangan berbagai ilmu dan teknologi. Kaitan antara fisika dan disiplin ilmu lain membentuk disiplin ilmu yang baru, misalnya dengan ilmu astronomi membentuk ilmu astrofisika, dengan biologi membentuk biofisika, dengan ilmu kesehatan membentuk fisika medis, dengan ilmu bahan membentukfisika material, dengan geologi membentuk geofisika, dan lain-lain.

Mata pelajaran Fisika di jenjang SMA merupakan pengkhususan IPA di tingkat SMP yang menekankan pada fenomena alam dan pengukurannya dengan perluasan pada konsep abstrak yang meliputi aspek-aspek sebagai berikut.

  1. Pengukuran berbagai besaran, karakteristik gerak, penerapan hukum Newton, alat-alat optik, kalor, konsep dasar listrik dinamis, dan konsep dasar gelombang elektromagnetik
  2. Gerak dengan analisis vektor, hukum Newton tentang gerak dan gravitasi, gerak getaran, energi, usaha, dan daya, impuls dan momentum, momentum sudut dan rotasi benda tegar, fluida, termodinamika
  3. Gejala gelombang, gelombang bunyi, gaya listrik, medan listrik, potensial dan energi potensial, medan magnet, gaya magnetik, induksi elektromagnetik dan arus bolak-balik, gelombang elektromagnetik, radiasi benda hitam, teori atom, relativitas,

Demikianlah pembahasan saya mengenai hakikat dan ruang lingkup dalam ilmu fisika. Semoga dengan tulisan ini kalian bisa menjadi lebih bersemangat lagi dalam belajar ilmu fisikanya. Terimkasih telah berkunjung.

Advertisement
Continue Reading Below