Pembagian Ilmu Ekonomi Menurut Para Ahli

Advertisement
Continue Reading Below
Pembagian Ilmu Ekonomi Menurut Para Ahli

Pembagian dalam ilmu ekonomi melihat adanya dua perbedaan yaitu antara ekonomi positif dan ekonomi normatif. Ilmu ekonomi positif membahas deskripsi mengenai fakta situasi dan hubungan yang terjadi dalam ilmu ekonomi.

Sedangkan ilmu ekonomi normatif lebih menekankan pada aspek norma, nilai atau etika bagaimana suatu peristiwa seharusnya terjadi.

Semua masalah normatif biasanya dipecahkan melalui proses politis. Artinya untuk mengatasi permasalahan normatif dapat dilakukan dengan mengeluarkan berbagai kebijakan ekonomi dari sifat-sifat pembagiannya.

Di dalam buku-buku ekonomi dapat kita temukan bermacam-macam pembagian ilmu ekonomi sesuai dengan pandangan dari para penulisnya masing-masing, di antaranya sebagai berikut.

Pembagian Ekonomi Menurut A.W. Stonier dan Douglas C. Hague

A.W. Stonier dan Douglas C. Hague di dalam pengantar bukunya yang berjudul: A Text Book of Economic Theory, membagi ilmu ekonomi atas:

  1. Ekonomi Deskriptif (Descriptive economics), ekonomi deskriptif atau ekonomi lukisan, yaitu ekonomi yang menggambarkan kejadian-kejadian atau mengumpulkan fakta-fakta ekonomi yang berhubungan dengan suatu topik tertentu tanpa mengambil suatu kesimpulan atau generalisasi. Misalnya: sistem pertanian di Bali, atau industri katun di Tasikmalaya.
  2. Ekonomi Teori (Economic theory), teori ekonomi atau analisis ekonomi, yaitu ilmu ekonomi yang berusaha untuk menerangkan, menganalisis, dan menguraikan kejadian-kejadian ekonomi dan mengambil kesimpulannya berupa prinsip-prinsip atau dalil-dalil ekonomi tertentu.
  3. Ekonomi Terapan (Applied economics), yaitu ilmu ekonomi yang berusaha menggunakan kesimpulan-kesimpulan yang telah diambil di dalam ekonomi teori untuk memperbaiki keadaan kehidupan ekonomi yang dianggap tidak atau kurang menguntungkan, atau berusaha untuk meningkatkan kehidupan ekonomi ke taraf yang lebih tinggi.

Pembagian Ekonomi Menurut Prof. J.C. Rietveld

Prof. J.C. Rietveld di dalam bukunya yang berjudul Pengantar Ilmu Ekonomi Perusahaan membagi ilmu ekonomi menjadi beberapa bagian yaitu:

  1. Ekonomi sosial atau ekonomi umum, yaitu ilmu ekonomi yang berusaha untuk mempelajari dan menerangkan gejala-gejala ekonomi di dalam masyarakat pada umumnya. Secara garis besarnya ilmu ekonomi umum berusaha untuk mempelajari pembentukan harga benda-benda dan jasa-jasa serta balas jasa yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang dipakai dalam proses produksi tersebut. Termasuk di dalamnya adalah ekonomi teori, ekonomi moneter, ekonomi internasional, dan sebagainya.
  2. Ekonomi perusahaan, yaitu bagian dari ilmu ekonomi yang khusus bertujuan untuk mempelajari gejala-gejala dalam rumah tangga perusahaan. Termasuk ke dalam ilmu ini adalah ilmu pembelanjaan, ilmu biaya atau harga pokok, dan sebagainya.

Pembagian Ekonomi Menurut Pendekatan Keilmuan

Ditinjau dari segi pendekatan atau analisisnya ilmu ekonomi dapat dibagi menjadi dua yaitu:

  1. Teori ekonomi makro, yaitu ilmu ekonomi yang dalam pendekatannya terhadap besaran-besaran ekonomi menggunakan besaran-besaran secara keseluruhan atau agregat. Teori ekonomi makro ini juga biasa disebut sebagai analisis pendapatan nasional atau teori pendapatan nasional.
  2. Teori ekonomi mikro, yaitu ilmu ekonomi yang dalam pendekatannya terhadap besaran-besaran ekonomi menggunakan besaran-besaran secara kelompok atau secara individual. Misalnya analisis kesimbangan konsumsi, dan sebagainya. Analisis ekonomi mikro ini biasa juga disebut sebagai analisis harga pasar atau teori harga.

Perbedaan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro

Berikut ini akan dijelaskan sedikit perbedaan antara ilmu ekonomi makro dan mikro.

Pertama, perbedaan yang paling pokok antara keduanya, adalah tentang luas sempit ruang lingkup masing-masing. Ibarat hutan maka teori ekonomi mikro mempelajari pohon-pohonnya, sedangkan teori ekonomi makro mempelajari hutannya itu sendiri.

Kalau kita berbicara tentang sebuah firm (perusahaan) yang bangkrut karena kerugian demi kerugian yang terus menerus menimpanya, atau karena kalah bersaing dengan perusahaan lain, atau karena apapun juga maka itu berarti bahwa kita sedang berbicara di dalam ruang lingkup teori ekonomi mikro.

Sedangkan apabila kita bicarakan tentang berapa juta rupiahkah investasi yang dilakukan oleh Indonesia dalam setahun maka kita sedang berbicara di dalam ruang lingkup teori ekonomi.

Kedua, adalah perbedaan tentang kesempatan kerja (employment) antara teori ekonomi makro dan teori ekonomi mikro. Teori ekonomi mikro menganggap (asumsikan) bahwa semua sumber-sumber produktif sudah bekerja dipergunakan sepenuhnya (full employed) sehingga tiada satu pun yang menganggur.

Dengan perkataan lain, teori ekonomi mikro bertolak dari anggapan dasar bahwa perekonomian sudah berada dalam keadaan full employment. Di dalam teori ekonomi makro, yang menjadi anggapan dasarnya adalah suatu perekonomian tidaklah selalu berada dalam keadaan full employment, tetapi mungkin sekali masih terdapat pengangguran (unemployment).

Di samping itu, di dalam teori ekonomi mikro dianggap pula bahwa semua barang yang dihasilkan pasti terjual habis. Tidak pernah ada barang yang tidak laku. Berapa banyaknya pun barang yang dibuat, masyarakat pasti membelinya habis.

Akibatnya, pengusaha senantiasa berada dalam posisi keseimbangan (equilibrium). Artinya, pengusaha selalu berhasil memperoleh keuntungan yang maksimal dari usahanya. Sebaliknya, di dalam teori ekonomi makro dikatakan bahwa ada saja kemungkinan terjadinya kelebihan produksi, sehingga tidak semua hasil produksi terbeli oleh pembelinya.

Tabel Perbedaan antara Ekonomi Mikro dan Makro

Divisi dalam Ilmu Ekonomi

Produksi

Harga

Pendapatan

Tenaga Kerja

Ekonomi Mikro

Hasil Produksi dalam suatu perusahaan

Harga barang dan jasa tertentu

Distribusi dari pendapatan dan kekayaan

Tenaga kerja pada suatu perusahaan

 

Contoh:

Seberapa banyak mobil yang akan diproduksi atau Seberapa banyak rumah yang akan dibangun

Contoh:

Harga pelayanan kesehatan, harga minyak, harga sewa ruang kantor

Contoh:

Upah pada pekerja di industri otomotif, upah minimum

Contoh:

Tenaga kerja pada industri baja, jumlah akuntan

Ekonomi Makro

Output nasional Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dan Pertumbuhan PDB Negara

Tingkat harga secara keseluruhan

Pendapatan nasional

Jumlah tenaga kerja dan pengangguran

 

Contoh:

Tingkat produksi barang atau jasa Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Contoh:

Indeks harga konsumen (IHK), tingkat inflasi

Contoh:

Upah total, keuntungan keseluruhan industri

Contoh:

Tingkat pengangguran

Demikianlah dua perbedaan pokok antara kedua pembagian di dalam teori ekonomi itu. Selanjutnya, teori ekonomi mikro sering disebut orang dengan sebutannya yang lain, yaitu Price Theory (teori harga). Sebutan ini diberikan sebab pada hakikatnya teori ekonomi mikro mempelajari tentang harga, yaitu tentang gerak-gerik harga serta segala akibat dari padanya, dan tentang bagaimanakah harga itu ditetapkan.

Hal itu tidak saja berlaku untuk harga-harga output, tetapi juga untuk harga-harga input. Para ahli ekonomi yang banyak mencurahkan perhatiannya pada teori ekonomi mikro ini, antara lain adalah Leon Walras dari Austria, Vilfredo Pareto dari Italia, dan Edward Hastings Chamberlin dari Inggris.

Adapun teori ekonomi makro, teori ini sering pula disebut orang dengan sebutan Employment Theory (teori kesempatan kerja). Sebab diberikannya sebutan itu adalah karena pangkal pembahasannya adalah yang berkisar pada kesempatan kerja.

Tujuan dari seluruh pembahasan di dalam teori ekonomi makro adalah keadaan full employment. Banyak sekali sudah buku ditulis orang di lapangan teori ekonomi makro ini. Tetapi, pokok pembahasan semua buku itu adalah buku karangan JM Keynes yang termasyhur : The General Theory of Employment, Interest and Money (1936).

Itulah beberapa pembagian ilmu ekonomi yang sudah penulis jelaskan. Semoga bermanfaat bagi Anda semua. Akhir kata, terimakasih telah berkunjung.

Advertisement
Continue Reading Below