Sebab tanggal 20 MEI Menjadi Hari Kebangkitan Nasional

Advertisement
Continue Reading Below
Pendiri Budi Utomo
Dr. Sutomo
Budi Utomo (BU) Budi Utomo didirikan pada tanggal 20 Mei 1908 atas dasar pemikiran dr. Wahidin Sudirohusodo. Pemikiran ini disambut baik oleh Soetomo dan rekan-rekannya di School Tot Opleiding van Indische Arsten (STOVIA) atau Sekolah Dokter Pribumi. Menurut beberapa sarjana, perkataan Budi Utomo berasal dari kata Sansekerta, yaitu bodhi atau budhi, berarti keterbukaan jiwa, pikiran, atau akal. Tetapi dapat juga berarti daya untuk membentuk dan menjunjung konsepsi dan ide-ide umum. Sementara, utomo berasal dari ut’tama, yang dalam bahasa Sansekerta berarti sangat baik (Gonda dalam Akira Nagazumi, 1989: 58).
Tujuan pembentukan Budi Utomo adalah untuk mengembangkan pendidikan dan kebudayaan serta meningkatkan perekonomian bagi masyarakat pribumi. Berdasarkan tujuan pendiriannya, Budi Utomo bukan organisasi politik melainkan organisasi pelajar yang berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Budi Utomo mengadakan
kongres pertamanya pada tanggal 3-5 Oktober 1908. Sebagian besar anggota Budi Utomo adalah pelajar dan pegawai pemerintah, sehingga Budi Utomo tetap menjaga hubungan dengan pemerintah dan berhati hati dalam menentukan kebijakan (Fauziah, Sujanto, dan Zuhri, 2010: 54). Runtuhnya organisasi Budi Utomo pada tahun: 1935 disebabkan karena adanya tekanan pemerintah E kolonial. Di sisi lain, Budi Utomo hanya memperhatikan kepentingan anggotanya bukan mendasar pada rakyat kecil sehingga pengaruh Budi Utomo berkurang. Pada tahun 1935, Budi Utomo bergabung dengan organisasi lain menjadi Parindra. Budi Utomo tetap mempunyai jasa yang besar dalam sejarah pergerakan nasional, yakni telah memelopori gerakan kebangsaan di Indonesia.itulah sebabnya, tanggal 20 Mei ditetapkan sebagai hari Kebangkitan Nasional (Suhartono, 2001: 31).
Advertisement
Continue Reading Below