Dimulainya Penjelajahan Samudra Bangsa Barat Ke Indonesia Abad 15

Advertisement
Continue Reading Below

Di dalam sejarah dunia dikenal adanya masa penjelajahan samudra oleh bangsa barat pada abad ke-15. Aktivitas penjelajahan samudra yang dilakukan ini yaitu dalam rangka untuk menemukan dunia baru. Kita mengenal nama seperti Cornelis De Houtman, Magelhaens, James Cook, dan lain-lainya. Namun apakah kalian tahu penyebab kenapa bangsa barat melakukan penjelajahan samudera ?

Penjelajahan Samudra Bangsa Barat Ke Indonesia

Pada artikel ini saya akan menjelaskan beberapa faktor penjelajahan samudera oleh bangsa barat. Dimulai pada akhir abad ke-15, di Eropa timbul suatu gerakan Renaissance dan Humanisme yang bertujuan untuk mempelajari, menyelidiki dan menggali ilmu pengetahuan bangsa Romawi dan Yunani kuno. Semangat untuk dapat lebih dari masa lampau menimbulkan gerakan kemajuan.

Dengan semangat kemajuan tersebut, maka pada abad ke-15 di Eropa melahirkan temuan-temuan baru, misalnya temuan Nicolaus Copernicus bahwa bumi itu bulat. Hal ini mendorong pelaut-pelaut dari Spanyol, Portugis dan negara-negara Eropa lainnya untuk berlayar menjelajahi samudera mencari daerah baru.

Latar Belakang Kedatangan Bangsa Barat Ke Indonesia

Hindia Timur atau Indonesia telah lama dikenal sebagai daerah penghasil rempah-rempah seperti vanili, lada, dan cengkeh. Rempah-rempah ini digunakan untuk mengawet makanan, bumbu masakan, bahkan obat. Karena kegunaannya, rempah-rempah ini sangat laku di pasaran dan harganya pun mahal. Hal ini mendorong para pedagang Asia Barat datang dan memonopoli perdagangan rempah-rempah. Mereka membeli bahan-bahan ini dari para petani di Indonesia dan menjualnya kepada para pedagang Eropa.

Namun, jatuhnya Konstantinopel pada tahun 1453 ke Turki Utsmani mengakibatkan pasokan rempah-rempah ke wilayah Eropa terputus. Hal ini dikarenakan boikot yang dilakukan oleh Turki Utsmani. Situasi ini mendorong orang-orang Eropa menjelajahi jalur pelayaran ke wilayah yang banyak memiliki bahan rempah-rempah, termasuk kepulauan Nusantara (Indonesia). Dalam perkembangannya, mereka tidak saja berdagang, tetapi juga menguasai sumber rempah-rempah di negara penghasil. Dimulailah era kolonialisasi Barat di Asia.

Berbagai penyebab terjadinya penjelajahan samudera antara lain:

  1. Jatuhnya Konstantinopel yang berperan sebagai bandar dagang ke tangan Turki pada tahun 1453. Dengan begitu, hubungan dagang antara Eropa-Asia terputus. Putusnya hubungan dagang tersebut mendorong orang-orang Portugis untuk mencari jalan sendiri ke daerah penghasil rempah-rempah di Indonesia.
  2. Semangat Perang Salib yang dimiliki orang Portugis. Pada abad ke-15 Islam berkuasa di Semenanjung Andalusia. Pada saat itu terjadi peperangan yang dilakukan kekuasaan Kristen untuk mengusir Islam dan merebut jalur perdagangan dari tangan pedagang Islam serta menaklukan pusat-pusat perdagangan Islam.
  3. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Contohnya: ditemukan teori Heliosentris oleh Nicolaus Copernicus yang didukung Galileo Galilei. Penemuan kompas yang dapat digunakan untuk menentukan arah dan posisi laut.
  4. Kisah perjalanan Marcopolo (1254-1324) yaitu seorang pedagang dari Venesia ke Cina yang dituangkan dalam bukunya yang berjudul “Book of Experience”, mengisahkan tentang keajaiban dunia atau Imago Mundi.
  5. Adanya keinginan untuk mengetahui lebih jauh tentang rahasia alam semesta, keadaan geografi dan bangsa-bangsa yang tinggal di belahan bumi.

Sebab Utama Kedatangan Bangsa Barat Ke Indonesia

Kedatangan bangsa Eropa ke Asia termasuk ke Indonesia dilandasi keinginan pokok mereka untuk berdagang, karena seperti yang sudah kita baca diatas bahwa bangsa barat kesusahan dalam mendapatkan rempah-rempah karena putusnya hubungan dengan Konstantinopel.

Selain itu, adanya semangat menyalurkan jiwa penjelajah, dan menyebarkan agama. Adapun tujuan bangsa Eropa ke dunia Timur yang dikenal sebagai Semangat 3G yaitu sebagai berikut :

  1. Gold : Memburu kekayaan dan keuntungan dengan mencari dan mengumpulkan emas, perak dan bahan tambang serta bahan-bahan lain yang sangat berharga. Waktu itu yang dituju terutama Guinea dan rempah-rempah dari Timur
  2. Glory : membulru kejayaan, superioritas, dan kekuasaan. Dalam kaitan ini mereka saling bersaing dan ingin berkuasa di dunia baru yang ditemukannya.
  3. Gospel : menjalankan tugas suci untuk menyebarkan agama. Pada mulanya orang-orang eropa ingin mencari dan bertemu prester john yang mereka yakini sebagai raja Kristen yang berkuasa di timur.

Tujuan Kedatangan Bangsa Barat Ke Indonesia

Berikut ini terdapat beberapa tujuan kedatangan bangsa barat ke Indonesia, antara lain:

  • Menguasai Perdagangan rempah-rempah

Menguasai perdagangan rempah-rempah langsung dari sumbernya. Caranya dengan menerapkan monopoli perdagangan. Dengan monopoli, bangsa Eropa bertindak sebagai satu-satunya pembeli dengan harga yang mereka tentukan. Tindakan itu sudah tentu merugikan para petani rempah-rempah.

  • Menguasai wilayah strategis

Menguasai wilayah strategis baik untuk perdagangan maupun basis militer. Dengan kekuatan armada dan strategi pecah belah, bangsa Eropa memaksa penguasa setempat untuk menandatangani perjanjian yang mengesahkan penguasaan atas suatu wilayah strategis.

  • Mengambil kekayaan sumber daya

Mengeruk sebanyak mungkin kekayaan sumber daya suatu wilayah. Caranya dengan memaksa penguasa setempat menandatangani suatu perjanjian.

  • Ikut campur dalam urusan politik

Turut campur dalam urusan politik suatu wilayah. Secara semena-mena, bangsa Eropa ikut serta menentukan orang yang mereka anggap layak menjadi penguasa. Orang yang mereka pilih sudah tentu yang akan menguntungkan mereka, sedangkan penguasa yang menentang akan sesegera mungkin mereka singkirkan. Dengan cara seperti itu, mereka dapat mempertahankan atau bahkan memperbesar pengaruh mereka atas suatu wilayah.

Penutup Penjelajahan Samudra Bangsa Barat Ke Indonesia

Sejak abad ke-13, rempah-rempah memang merupakan bahan dagang yang sangat menguntungkan. Hal ini mendorong orang-orang Eropa berusaha mencari harta kekayaan ini sekalipun menjelajah semudera. Keinginan ini diperkuat dengan adanya jiwa penjelajah. Bangsa Eropa dikenal sebagai bangsa penjelajah, terutama untuk menemukan daerah-daerah baru. Mereka berlomba-lomba meninggalkan Eropa. Mereka yakin bahwa jika berlayar ke satu arah, maka mereka akan kembali ke tempat semula. Selain itu, orang-orang Eropa terutama Protugis dan Spanyol yakin bahwa di luar Eropa ada Prestor John (kerajaan dan penduduknya beragama Kristen). Oleh karena itu, mereka berani berlayar jauh.

Mereka yakin akan bertemu dengan orang-orang seagama. Seperti yang sudah disebutkan di atas, orang-orang Eropa yang sebagian besar beragama Kristen terdorong pula untuk pergi ke mana pun guna menyebarkan kitab Injil (Gospel).

Mereka percaya bahwa menyebarkan ajaran kitab Injil kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan adalah salah satu panggilan hidupnya. Selain menyebarkan Injil, mereka juga berusaha mencari kekayaan (Gold) dan kebanggaan serta kejayaan (Glory) bagi negaranya.

Pada awalnya, tujuan kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia hanya untuk membeli rempah-rempah dari para petani Indonesia. Namun, dengan semakin meningkatnya kebutuhan industri di Eropa akan rempah-rempah, mereka kemudian mengklaim daerah-daerah yang mereka kunjungi sebagai daerah kekuasaannya. Di tempat-tempat ini, bangsa Eropa memonopoli perdagangan rempah-rempah dan mengeruk kekayaan alam sebanyak mungkin. Dengan memonopoli perdagangan rempah-rempah, bangsa Eropa menjadi satu-satunya pembeli bahan-bahan ini.

Akibatnya, harga bahan-bahan ini bisa ditentukan sesuai dengan keinginan mereka. Supaya memperoleh hak memonopoli perdagangan ini, bangsa Eropa tidak jarang melakukan pemaksaan. Penguasaan sering dilakukan terhadap para penguasa setempat melalui suatu perjanjian yang umumnya menguntungkan bangsa Eropa.

Selain itu, mereka selalu turut campur dalam urusan politik suatu daerah. Bangsa Eropa tidak jarang mengadu domba berbagai kelompok masyarakat dan kemudian mendukung salah satunya. Dengan cara seperti ini, mereka dengan mudah dapat mempengaruhi penguasa untuk memberikan hak-hak istimewa dalam berdagang.

Advertisement
Continue Reading Below