Konsep Pemasaran Serta Hubungannya Dengan Etika

Advertisement
Continue Reading Below
Konsep Pemasaran Serta Hubungannya Dengan EtikaContoh Pemasaran Online Shop Pada Bulan Puasa (Ramadhan)

Kegiatan pemasaran merupakan kegiatan untuk menciptakan, mempromosikan, dan menyampaikan barang dan jasa kepada para konsumennya. Pemasaran juga merupakan upaya untuk menciptakan nilai lebih atas suatu produk dihadapan konsumen atau pelanggan. Pada prinsipnya, kegiatan pemasaran merupakan fungsi utama dalam dalam menentukan bisnis suatu perusahaan.

Pengertian Pemasaran

Menurut Philip Kotler, yang dimaksud dengan pemasaran adalah suatu proses sosial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain. Selanjutnya Philip Kotler menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan manajemen pemasaran adalah suatu seni dan ilmu memilih pasar sasaran dan mendapatkan, menjaga, dan menumbuhkan pelanggan dengan menciptakan, menyerahkan, dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang unggul.

Sedangkan, McCarthy menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan bauran pemasaran atau marketing mix adalah suatu perangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mengejar tujuan pemasarannya.  Dalam bauran pemasaran dikenal dengan adanya istilah 4P, yaitu :

  1. Product (produk), yang meliputi keragaman produk, kualitas, design, ciri khas, nama, merk, kemasan, ukuran, pelayanan, garansi, dan imbalan.
  2. Price (harga), yang meliputi daftar harga, diskon atau rabat, potingan harga khusus, periode pembayaran, dan syarat kredit.
  3. Place (tempat), yang meliputi segala hal seperti saluran pemasaran, cakupan pasar, lokasi, transportasi, dan lain sebagainya.
  4. Promotion (promosi), yang meliputi beberapa hal seperti promosi periklanan, tenaga penjualan, public relations, direct marketing, dan lain sebagainya.

Konsep Etika Dalam Pemasaran

Etika adalah prinsip atau standar yang mengatur perilaku suatu komunitas, kelompok, organisasi, dan individu. Etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu kelompok masyarakat. Etika juga berkaitan dengan nilai-nilai, tata cara hidup yang baik serta segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi selanjutnya.

Etika dalam kaitannya dengan pemasaran, tidak bisa lepas dari etika dalam bisnis secara umum. Yang oleh Sonny Keraf disebutkan bahwa prinsip etika bisnis adalah sebagai berikut :

  1. Prinsip Otonomi, adalah kemampuan mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadaran tentang apa yang baik untuk dilakukan dan bertanggung jawab secara moral atas keputusan yang diambil.
  2. Prinsip Kejujuran, adalah suatu bisnis tidak akan bertahan lama apabila tidak berlandaskan pada kejujuran, karena kejujuran merupakan kunci keberhasilan suatu bisnis.
  3. Prinsip Keadilan, bahwa setiap orang dalam berbisnis harus mendapat perlakuan yang sesuai dengan haknya masing-masing, maksudnya adalah tidak ada yang boleh dirugikan haknya.
  4. Prinsip Saling Menguntungkan, agar semua pihak berusaha untuk saling menguntungkan.
  5. Prinsip Integritas Moral, yaitu prinsip dasar dalam berbisnis di mana para pelaku bisnis dalam menjalankan usaha bisnisnya mereka harus menjaga nama baik perusahaan agar tetap dipercaya dan merupakan perusahaan terbaik.

Bertolak dari prinsip etika bisnis tersebut, John R. Boatright menjelaskan bahwa terdapat tiga konsep etika dalam pemasaran, yaitu :

  1. Fairness (Justice). Fairness menjadi kebutuhan yang paling dasar dari transaksi pasar. Setiap pertukaran atau transaksi dianggap fair atau adil ketika satu sama lain memberikan keuntungan (mutually beneficial) dan memberikan informasi yang memadai.
  2. Freedom. Freedom berarti memberikan jangkauan pada pilihan konsumen. Freedom dapat dikatakan tidak ada apabila produsen atau pemasar melakukan praktik manipulasi, serta mengambil keuntungan dari konsumen yang tidak berdaya, seperti anak-anak, orang lanjut usia, dan orang-orang miskin.
  3. Well-being. Suatu pertimbangan untuk mengevaluasi dampak sosial dari produk dan juga periklanan dan juga product safety. 

Etika Pemasaran Dalam Pemasaran.

Seperti diketahui bahwa bauran pemasaran atau marketing mix meliputi produk, harga, tempat, dan promosi. Dalam kaitannya dengan etika pemasaran dapat dijelaskan sebagai berikut :

Etika pemasaran dalam konteks produk

  1. Produk yang dibuat berguna dan dibutuhkan oleh masyarakat.
  2. Produk yang dibuat berpotensi ekonomi atau benefit.
  3. Produk yang dibuat bernilai tambah tinggi.
  4. Produk yang dibuat dapat memuaskan masyarakat.

Etika pemasaran dalam konteks harga

  1. Harga diukur dengan kemampuan atau daya beli masyarakat.
  2. Perusahaan mencari margin laba yang layak.
  3. Harga dibebani biaya produksi yang layak.

Etika pemasaran dalam konteks tempat

  1. Barang dijamin keamanan dan keutuhannya.
  2. Konsumen mendapat pelayanan yang cepat dan tepat.

Etika pemasaran dalam konteks promosi

  1. Sebagai sarana menyampaikan informasi yang benar dan obyektif.
  2. Sebagai sarana untuk membangun image positif.
  3. Tidak ada unsur memanipulasi atau memperdaya konsumen.
  4. Tidak mengecewakan konsumen.

Etika pemasaran tersebut sangat berkaitan dengan prinsip-prinsip moral di balik operasi dan regulasi pemasaran yang menjadi wewenang dari manajer pemasaran. Tanggung jawab sosial seorang manajer pemasaran meliputi :

  1. Pengembangan program pemasaran.
  2. Meningkatkan kesadaran serta ide-ide dan praktek-praktek sosial. 

Berkaitan dengan hal tersebut, berikut tiga hal yang merupakan kewajiban dari seorang manajer pemasaran yang menunjukkan ruang lingkup dari etika pemasaran, yaitu :

  1. Manajer pemasaran harus menerima tanggung jawab atas konsekuensi dari tindakan mereka.
  2. Manajer pemasaran harus melakukan hal-hal berikut : menahan diri dari sengaja merugikan, mematuhi semua peraturan perundang-undangan dan peraturan yang relevan, seta akurat dalam mewakili diri mereka sendiri dan perusahaan.
  3. Manajer pemasaran harus melakukan segala upaya untuk memastikan bahwa pilihan dan tindakan mereka adalah untuk melayani kepentingan terbaik dari semua pelanggan, organisasi, dan masyarakat terkait.

Menurut Schermerhorn, terdapat tiga faktor yang dapat mempengaruhi seorang manajer pemasaran untuk melakukan tindakan tidak etis atau melanggar etika, yaitu :

  1. Manajer sebagai pribadi. Sebagai pribadi, seorang manajer ingin memaksimalkan keuntungan bagi dirinya sendiri. Faktor lain yang mendorong seorang manajer melakukan suatu perilaku tidak etis adalah faktor agama dan tingkat pendidikan.
  2. Organisasi. Adanya aturan tertulis serta kebijakan resmi dari top manajemen akan mempengaruhi tindakan etis para manajer, sehingga terkadang mereka mengabaikan prinsip-prinsip pribadi mereka untuk kepentingan organisasi.
  3. Lingkungan.

Etika pemasaran merupakan standar moral yang digunakan untuk memandu keputusan dan tindakan pemasaran. Etika pemasaran dibangun berdasarkan nilai-nilai yang dipegang oleh individu atau perusahaan tertentu. Oleh karenanya, suatu etika tidak selalu sama dan bervariasi antara satu orang dengan orang lainnya, dari satu masyarakat dengan masyarakat lainnya.

Demikian penjelasan berkaitan dengan Konsep Pemasaran Serta Hubungannya Dengan Etika. Semoga bermanfaat bagi Anda.

Advertisement
Continue Reading Below