Lima Organisasi Militer Regional Pada Masa Perang Dingin

Advertisement
Continue Reading Below

Organisasi militer regional pada era perang dingin merupakan aliansi-aliansi dari beberapa negara yang membentuk pertahanan bersama dengan batasan wilayah tertentu saja.

Jadi untuk kegiatannya pun, organisasi ini hanya berada di lingkungan beberapa wilayah saja, dan pemberian aturan serta hukumnya hanya pada negara-negara pada kawasan tertentu.

Pada pembahasan kali ini kita akan mempelajari tentang organisasi-organisasi yang pernah terbentuk pada perang dingin. Pada saat itu dua negara adidaya yakni Amerika Serikat dan Uni Soviet (sekarang Rusia) menjadi tokoh utama dari pembentuk organisasi militer di wilayah cakupannya.

Contohnya adalah NATO yang dibentuk oleh Amerika Serikat karena kekhawatiran komunisme yang disebarkan oleh Uni Soviet, Sedangkan Pakta Warsawa adalah perjanjian yang dibentuk oleh Uni Soviet untuk membendung pengaruh Amerika Serikat di Eropa.

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai organisasi-organisasi militer yang saya bahas dibawah ini.

NATO (North Atlantic Treaty Organization)

NATO atau North Atlantic Treaty Organization, untuk bahasa Perancis l’Organisation du Traité de l’Atlantiquee Nord atau disingkat OTAN, sedangkan untuk bahasa Indonesia memiliki arti Pakta Pertahanan Atlantik Utara ini merupakan suatu organisasi internasional yang memiliki peran dalam menjaga keamanan secara bersama yang didirikan di tahun 1949 dan merupakan bentuk dukungan terhadap Persetujuan Atlantik Utara yang dilaksanakan dan ditandatangani di Washington, DC pada tanggal 4 April tahun 1949.

Organisasi Militer Regional Pada Masa Perang Dngin

Tujuan NATO

Tujuan dari didirikan NATO ini ialah untuk menjaga keamanan perdamaian bagi para negara anggotanya di dalam bidang politik, militer serta pertahanan dalam menghadapi ancaman.

Lebih lengkapnya, tujuan NATO diantaranya ialah sebagai berikut :

  1. Menyelesaikan persengketaan dengan secara damai.
  2. Mencegah penggunaan kekuatan militer di dalam hubungan internasional.
  3. Mengembangkan kerja sama ekonomi di antara negara-negara NATO.
  4. Menghilangkan persengketaan politik ekonomi internasional.
  5. Membela negara anggota dengan prinsip bahwa serangan terhadap satu (1) anggota itu berarti serangan terhadap seluruh anggota NATO.

Latar Belakang Didirikannya NATO

Adapun latar belakang dari didirikannya NATO ialah sebagai berikut :

  1. Untuk mencegah terjadinya perang pasca Perang Dunia II
  2. Menghambat pengaruh dari komunisme yang dilakukan oleh Uni Soviet.
  3. Persaiangan antara paham liberalism (blok barat ) dan komunisme (blok timur)

Perang dunia II itu sudah mengubah menjadi tata dunia baru. Negara-negara pemenang PD II yang dipimpin oleh Uni-soviet dengan ideologi komunisnya, sedangkan di pihak lain ada negara-negara lain yang dipimpin Amerika Serikat berpaham liberalisme. Tujuan dari pendirian NATO ini ialah untuk daoat melindungi sekutu-sekutu Amerika Serikat di Eropa Barat dari kemungkinan serangan soviet. Negara yang bergabung menjadi anggota NATO itu meyakini bahwa Amerika ini merupakan negara penggagas NATO, masih mempunyai kekuatan militer terbesar. Oleh sebab itu mereka menganggap Uni Soviet tidak akan menyerang Negara mereka. NATO ini didirikan akibat meluasnya pengaruh Uni Soviet (yang tergabung di dalam Pakta Warsawa).

Sejarah NATO

Disaat Perang Dunia II, Amerika Serikat, Inggris, serta juga Prancis yang mempunyai atau memiliki paham demokrasi liberal itu bersatu dengan Uni Soviet yang berpaham komunis pada blok sekutu.

Secara nyata, demokrasi liberal (liberalisme) serta juga ideologi komunisme ini merupakan dua paham yang sama-sama saling bertolak belakang namun di dalam Perang Dunia II kedua paham tersebut kemudian bersatu sebab mempunyai musuh yang sama yakni fasisme.

Setelah musuh mereka itu dapat dikalahkan, keduanya terlibat dalam pertentangan kembali. Pertentangan itu selanjutnya memunculkan dua blok, yaitu Blok Barat (AS), dan Blok Timur (Uni Soviet) serta dikenal dengan Perang Dingin (The Cold War).

Lembaga NATO ini terbentuk berupa bagian dari perang dingin yang berlangsung antara Blok Barat serta Blok bagian Timur. NATO merupakan suatu lembaga teritorial yang menggaris bawahi perhatian di dalam bidang pertahanan negara-negara Atlantik Utara.

Organisasi NATO (North Atlantic Treaty Organization ) ini dibentuk ialah sebagai bagian dari perang dingin yang terjadi pada Blok Barat serta Blok Timur. NATO merupakan suatu organisasi regional yang fokus terhadap perhatian di dalam bidang pertahanan negara-negara Atlantik Utara.

NATO (North Atlantic Treaty Organization) ini berdiri disebabkan semakin menyebarnya pengaruh Uni Soviet dengan komunismenya di Eropa Barat serta juga terjadi ketegangan yang hebat dan juga persaingan negara super power yakni Amerika Serika serta Uni Soviet sesudah Perang Dunia II berakhir.

Untuk memperlambat pengaruh paham komunis tersebut, maka negara-negara seperti Amerika Serika, Canad, Perancis, Belgia, Luxemburh, Italia, Norwegia, Denmark, Islandia, serta juga Portugal sama-sama bertanda tangan pada naskah Perjanjian Atlantik Utara tanggal 4 April 1949 di Brussels, Belgia

Anggota NATO

Dibawah ini merupakan negara-negara anggota yang berada di dalam NATO (North Atlantic Treaty Organization), diantaranya ialah sebagai berikut :

Negara Pendiri NATO

  1. Amerika Serikat
  2. Belanda
  3. Belgia
  4. Inggris
  5. Denmark
  6. Islandia
  7. Italia
  8. Canada
  9. Luxemburg
  10. Norwegia
  11. Perancis
  12. Portugal

Negara Yang Bergabung Di Masa Perang Dingin

  1. Yunani
  2. Turki
  3. Jerman
  4. Spanyol
  5. Negara Yang Bergabung Setelah Perang Dingin
  6. Republik Ceko
  7. Polandia
  8. Hungaria
  9. Bulgaria
  10. Estonia
  11. Latvia
  12. Lituania
  13. Rumania
  14. Slovakia
  15. Slovenia
  16. Albania
  17. Kroasia
  18. Montenegro

SEATO (Southeast Asia Treaty Organization)

Perebutan pengaruh antara AS dengan Uni Sovyet dalam bidang militer berlangsung dalam bentuk pakta pertahanan militer. Berlangsungnya Perang Dingin menyebabkan Amerika Serikat dan Uni Soviet saling curiga satu dengan yang lain. Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya perang terbuka, kedua negara adidaya beserta para sekutunya saling memperkuat pertahanan dan militernya. Amerika Serikat beserta para sekutunya berusaha membentuk ikatan militer guna menghadapi serangan Uni Soviet.

Pada masa Perang Dunia II berkembang opini dunia bahwa pasukan Uni Soviet lebih unggul jumlah personel dan persenjataannya. Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan pasukan Uni Soviet dalam menghentikan gerakan pasukan Jerman di wilayah Eropa Timur. Hal itu berlaku sebaliknya, Amerika Serikat tersendat-sendat menghentikan laju pasukan Jerman di Eropa Barat meskipun dibantu Inggris.

Latar Belakang SEATO

Amerika Serikat membentuk kerja sama militer yang disebut South East Asia Treaty Organization atau SEATO organisasi ini ditujukkan untuk menahan laju perluasan komunis di Asia Tenggara. Ini disebabkan karena Amerika Serikat mulai melihat Asia Tenggara sebagai daerah yang potensial bagi perkembangan komunisme, hal ini ditambah dengan terbentuknya negara Republik Rakyat Cina (RRC) pada tanggal 1 Oktober 1949.

Oleh karena itu Amerika Serikat melakukan serangkaian tindakan pembendungan (Containment Policy) bagi perkembangan komunisme di kawasan tersebut. Tindakan itu terbagi dalam bentuk bantuan ekonomi, dukungan politik dan bantuan militer yang diberikan kepada negara-negara yang terletak di Asia Tenggara.

Berkaitan dengan itu, untuk memperkuat pengaruhnya di kawasan itu Amerika Serikat membentuk South East Asia Treaty Organization (SEATO) pada tanggal 8 September 1954 yang bertujuan membendung komunisme. Anggota-anggota dari Pakta Pertahanan itu adalah Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Thailand,’Philipina, Pakistan, Australia, dan Selandia Baru.

Pembentukan SEATO

SEATO atau Southeast Asia Treaty Organization adalah organisasi internasional untuk pertahanan kolektif, ditandatangani di Manila, Filipina. Lembaga formal SEATO dibentuk pada pertemuan mitra perjanjian di Bangkok pada bulan Februari 1955.

Pertemuan itu dihadiri oleh perwakilan beberapa negara yaitu Amerika, Inggris, Australia, Pakistan, Prancis, Thailand, Selandia Baru, dan Filipina, yang kemudian menandatangani Deklarasi Pakta Pertahanan Asia Tenggara (Southeast Asian Treaty Organization atau SEATO).

Organisasi tersebut didirikan untuk memblokir berkembangnya komunisme lebih lanjut di Asia Tenggara. Selain itu, berdasarkan perjanjian tersebut, para anggota akan memberikan bantuan militer kepada negara anggota lainnya yang diserang oleh pihak luar. Markas besar organisasi itu berlokasi di Bangkok, Thailand.

SEATO Organisasi Militer Regional

Adapun negara-negara anggota SEATO antara lain:

  1. Australia
  2. Bangladesh (sebagai Pakistan Timur)
  3. Perancis
  4. Selandia Baru
  5. Pakistan
  6. Filipina
  7. Thailand
  8. Kerajaan Inggris
  9. Amerika Serikat

Respon Indonesia Terhadap SEATO

Bagi Indonesia pembentukan SEATO yang diprakarsai oleh Amerika Serikat adalah menolak dengan tegas. Selain bertentangan dengan politik luar negeri babas aktif yang diumumkan oleh H. Hatta pada tanggal 2 September 1948 di muka sidang KNIP, Indonesia juga sebagai negara yang baru saja lepas dari alam kolonialisme dimana perasaan-perasaan nasionalisme masih terasa kuat.

Indonesia dalam mencapai kemerdekaan memerlukan perjuangan darah dan air mata dari rakyat Indonesia. Oleh karena itu .penentuan kebijakan luar negeri bukan didasari oleh dorongan atau tekanan dari negara-negara besar tetapi didasari oleh kepentingan rakyat Indonesia sendiri.

Pembubaran SEATO

Pada 30 Juni 1977, SEATO dibubarkan setelah terjadinya perubahan besar di kawasan Asia Tenggara, khususnya yang terkait dengan kekalahan Amerika dalam Perang Vietnam.

Pakta Warsawa

Pakta Warsawa atau Warsaw Pact atau lebih dikenal sebagai Treaty Of Friendship, Cooperation and Mutual Assistance, merupakan sebuah aliansi perlawanan kolektif  yang ditandatangani di Warsaw, Polandia antara Uni Soviet dan 7 Negara Satelit dari Eropa Tengah dan Eropa timur.

Pakta Warsawa merupakan “The Military Complement” untuk Council for Mutual Economic Assistance (CoMEcon), sebuah organiasasi ekonomi regional untuk negara-negara sosialis dari Eropa tengah dan timur. Pakta ini dibuat sebagai reaksi dari integrasi Jerman barat kepada NATO yang dimiliki oleh AS dan sekutunya.

Perlu diketahui, bahwa setelah berakhirnya Perang Dunia II, terdapat dua kekuatan besar yang saling bersebrangan ideologi yaitu Uni Soviet dan Amerika Serikat. Kedua negara ini saling berebut pengaruh kekuasaan di negara-negara dunia dengan cara membentuk aliansi-aliansi pertahanan.

Pakta Warsawa merupakan aliansi pertahanan negara-negara komunis-sosialis di kawasan Eropa Timur. Pakta Warsawa terbentuk pada tanggal 14 Mei 1955 dalam pertemuan negara-negara Blok Timur di Warsawa, Polandia.

Perjanjian Warsawa Organisasi Regional Militer

Latar belakang

Dalam buku Sejarah Eropa: Dari Eropa Kuno hingga Eropa Modern (2012) karya Wahjudi Djaja, pembentukan Pakta Warsawa tidak dapat terlepas dari keputusan Amerika Serikat dan sekutunya untuk mendirikan aliansi pertahanan NATO.

Pembentukan Pakta Warsawa dilatar belakangi oleh kekhawatiran Uni Soviet dan negara-negara Blok Timur atas keberadaan NATO yang sewaktu-waktu dapat menjadi ancaman bagi negara-negara Blok Timur.

Selain itu, Uni Soviet menganggap bahwa Amerika Serikat dan Blok Barat berusaha untuk mengembalikan kekuatan militer (remiliterisasi) Jerman Barat dengan memasukannya ke aliansi NATO.

Pembentukan Pakta Warsawa

Gagasan pembentukan Pakta Warsawa pada awalnya diusulkan oleh Perdana Menteri Uni Soviet bernama Nikita Khruschev. Realisasi pembentukan Pakta Warsawa dilaksanakan melalui pertemuan antara negara Blok Timur di Warsawa pada 14 Mei 1955.

Pertemuan tersebut menghasilkan Pact of Mutual Assistance and Unified Command (PMAUC) atau yang sering disebut dengan Pakta Warsawa. Negara-negara yang tergabung dalam Pakta Warsawa adalah :

  1. Uni Soviet
  2. Albania
  3. Bulgaria
  4. Cekoslovakia
  5. Jerman Timur
  6. Hongaria
  7. Polandia
  8. Rumania

Tujuan Pakta Warsawa

Beberapa tujuan pembentukan Pakta Warsawa, sebagai berikut:

  1. Mengimbangi kekuatan aliansi pertahanan NATO.
  2. Meningkatkan kerja sama pertahanan dan militer negara-negara Blok Timur.
  3. Saling membantu jika salah satu negara anggota Pakta Warsawa mengalami masalah pertahanan maupun keamanan.

Pembubaran

Dalam buku Perang Dingin (2018) karya Argda Wahyu, pembubaran Pakta Warsawa bekaitan dengan krisis yang dialami oleh Uni Soviet dan negara-negara komunis pada tahun 1990-an. Krisis tersebut disebabkan oleh kemunculan gelombang revolusi demokratik di kawasan Eropa Timur serta adanya perpecahan antara negara-negara komunis.

Krisis yang dialami oleh Uni Soviet dan negara komunis menyebabkan perpecahan internal Pakta Warsawa. Akhirnya, Pakta Warsawa secara resmi dibubarkan pada tanggal 31 Maret 1991 dalam pertemuan antarnegara anggota Pakta Warsawa di kota Praha, Ceko.

CENTO

CENTO (The Central Treaty Organisation) adalah sebuah pakta pertahanan yang terbentuk pada masa perang dingin, tepatnya pada tahun 1955.Pada awal berdirinya, CENTO bernama Pakta Baghdad karena didirikan di Baghdad, Irak. Pada awal berdirinya CENTO, organisasi ini beranggotakan beberapa negara yaitu, Inggris, Turki, Irak, Iran dan Pakistan.Organisasi ini juga memiliki negara yang bertindak sebagai pengawas dalam organisasi, negara yang dimaksud adalah Amerika Serikat.

Organisasi Militer Regional Pada Masa Perang Dngin

Latar Belakang Pembentukan CENTO

Pembentukan CENTO tidak terlepas dari keadaan sistem internasional yang bipolar pada saat itu. Ada dua polar utama dalam sistem internasional, Amerika Serikat dan Uni Soviet. Kedua polar utama tersebut saling berebut pengaruh, keduanya berusaha mempengaruhi negara-negara lain untuk mau bergabung dan bekerja sama dengan mereka. Kedua polar ini bisa dibilang saling bertentangan, Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat adalah negara-negara yang menganut sistem politik demokrasi liberal sedangkan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet adalah negara- negara yang menganut sistem komunis sosialis. Kedua blok ini berusaha mencari pengikut sebanyak-banyaknya dengan menyebarkan ideologi yang mereka terapkan.

Regional Timur Tengah tidak luput dari ajang perebutan pengaruh tersebut. Di region ini, Amerika Serikat bergerak lebih cepat daripada Uni Soviet. Untuk mencegah penyebaran ideologi komunisme Amerika Serikat berniat membentuk sebuah pakta pertahanan di kawasan Timur Tengah. Ide pembentukan ini mulai muncul pada awal tahun 1950-an, ketika itu ketegangan di Timur Tengah sedang meningkat akibat dari konflik Arab-Israel, hal ini membuat pembentukan pakta pertahanan menjadi terhambat karena Israel merupakan sekutu dari negara-negara Barat khususnya Amerika Serikat.

Situasi ini membuat Amerika Serikat dan Inggris melakukan fokus pendekatan pada negara-negara yang berbatasan langsung dengan Uni Soviet seperti Iran dan Irak. Pendekatan pembentukan pakta pertahanan di Timur Tengah dimulai dari negara-negara yang telah menjadi sekutu Amerika Serikat, yaitu Turki yang tergabung dalam NATO (North America Treaty Organization) dan Pakistan yang tergabung sebagai anggota paling barat dari SEATO (South East Asia Treaty Organization). Pembentukan pakta pertahanan dilakukan melalui perjanjian di Baghdad antara Irak dan Turki, lalu diikuti oleh Pakistan,

Iran, dan Inggris. Amerika Serikat tidak menandatangani perjanjian dalam pakta pertahanan ini, namun tetap tergabung sebagai pengawas serta merupakan anggota dari pertemuan komite. Inggris bertindak sebagai pemimpin di dalam pakta pertahanan ini.

Pembubaran CENTO

Setelah Irak keluar dari CENTO pada 1958, keberadaan CENTO tidak memberikan bantuan yang cukup signifikan kepada anggotanya. Pada tahun 1979 terjadi revolusi Islam Iran yang membuat hubungan Iran-Amerika Serikat memburuk, hal ini berlanjut dengan keluarnya Iran dari CENTO pada 1979. Pakistan mengikuti jejak Iran, Pakistan keluar dari CENTO pada 1979 karena CENTO tidak memberikan bantuan ketika Pakistan sedang berkonflik dengan India. Situasi ini membuat CENTO resmi membubarkan diri pada tahun 1979, organisasi ini hanya bertahan selama 24 tahun

ANZUS (The Australia, New Zealand, United States Security Treaty)

Pada tanggal 26 Januari 1788, Inggris membentuk koloni kulit putih di Australia. Awalnya keamanan dan pertahanan dari Australia dibantu dan dijamin oleh Pemerintah Inggris. Namun, Negara induk (Inggris) yang secara strategis jauh dengan Australia menyebabkan warga Australia merasa terancam dari serangan dan ancaman dunia luar.

Organisasi Militer Regional Pada Masa Perang Dngin
Dari kiri: Letnan Jenderal Sydney Rowell, Kepala Staf Umum Australia, Mayor Jenderal William Gentry, Kepala Staf Umum Selandia Baru dan Laksamana Arthur Radford, Panglima Tertinggi AS Pasifik, berkumpul di Honolulu untuk pertemuan pertama perwakilan militer organisasi ANZUS

Awalnya, baik Australia dan Selandia Baru bekerjasama dengan Inggris sejak tahun 1788, untuk menjaga keamanan dan pertahanan negaranya.Namun, ketika Perang Dunia II berlangsung, Inggris kurang memperhatikan kawasan Pasifik Selatan ditambah pula dengan kekalahan Inggris pada Perang Dunia II. Di mana pasukan Inggris tidak mampu melawan Jepang, jatuhnya Malaya dan benteng pertahanan Inggris di Singapura dan pemboman atas Darwin oleh tentara Jepang.

Ketika perang tersebut berlangsung, Inggris tidak mampu membantu Australia menahan dan melawan serangan-serangan yang terjadi. Di lain pihak, ketika Australia membutuhkan bantuan dan pertolongan untuk melawan serangan Jepang, Amerika Serikat membantu Australia menghadapi serangan Jepang.

Bahkan pada bulan Mei 1942, armada gabungan Amerika Serikat dan Australia berhasil mengusir kekuatan Jepang dalam pertempuran Laut Karang. Dan pada bulan Juni berhasil mengalahkan Jepang dalam pertempuran di Midway.Kemenangan Amerika Serikat dalam Perang Dunia II menunjukkan pentingnya peran Amerika Serikat sebagai pengawal pertahanan dan keamanan Australia dan Kawasan Asia Pasifik. Sehingga Australia dan Selandia Baru membentuk pakta pertahanan ANZUS (Australia, New Zealand and United States). Pembentukan ANZUS ini bisa pula dikatakan sebagai strategy of denial toward United Kingdom.Sehingga kiblat Australia dan Selandia Baru berubah dari Pax Britannica ke Pax Americana.

Latar Belakang ANZUS

Latar belakang dibentuknya aliansi pertahanan ANZUS di kawasan Asia Pasifik adalah:

  1. Dibentuknya aliansi pertahanan ANZUS dikarenakan ketakutan dan kekhawatiran Australia dan Selandia Baru atas ancaman dari utara. Sehingga kedua negara tersebut membutuhkan perlindungan dari negara yang lebih besar dan lebih kuat untuk melindungi keamanan mereka.
  2. Inisiatif yang berasal dari Menteri Luar Negeri Australia (1949-1951) yaitu Perry C. Spender. Menurutnya, Australia harus membentuk pakta keamanan di kawasan Pasifik. Pakta keamanan ini sebagai usaha untuk membuat kondisi politik yang stabil di kawasan Asia Pasifik.
  3. Dalam pandangan Spender, bahaya yang paling besar bagi Asia Pasifik adalah komunis dari China yang merupakan basis komunis di Asia. Ia mengkhawatirkan komunis ini menyebar ke Asia Pasifik khususnya Asia Tenggara. Karena situasi apa pun, baik damai maupun perang, di wilayah Asia Pasifik akan turut berpengaruh terhadap keamanan wilayah Australia.
  4. Inisiatif Spender ini di dukung oleh Menteri Luar Negeri New Zealand, Frederick W. Doidge.
Organisasi Militer Regional ANZUS

Kemudian, rencana kerjasama pertahanan itu dibicarakan dengan John Foster Dulles sebagai Wakil Truman dalam mendiskusikan konsep awal perjanjian ANZUS. Akhirnya Pakta Pertahanan ANZUS pun disepakati dan ditandatangani oleh Perry C. Snider (Australia), C.A. Berendson (New Zealand), Dean Acheson, John Foster Dulles, Alexander Willey, John F. Sparkman (Amerika Serikat) pada bulan September 1951 di San Fransisco.

Prinsip Pakta ANZUS

Di mana prinsip-prinsip dasar dalam Pakta ANZUS yang disepakati oleh ketiga negara anggota adalah:

  1. Saling membantu dalam mencegah para agresor yang mungkin muncul di kawasan Australia, Selandia baru dan Amerika Serikat;
  2. Mengkoordinasikan pertahanan bersama di kawasan Pasifik;
  3. Membendung pengaruh komunisme yang dianggap sebagai agresor di kawasan Asia Pasifik terutama dari China dan Uni Soviet;
  4. Meningkatkan kerjasama militer untuk mencegah terjadinya agresi negara lain ke kawasan Pasifik;
  5. Keterikatan dalam menghadapi segala serangan bersenjata bersama karena ancaman terhadap salah satu anggota juga merupakan ancaman bagi anggota lainnya.[4] (Poin ini merupakan poin inti dan terpenting, di mana melalui pernyataan tersebut baik Australia, Selandia Baru dan Amerika Serikat berkomitmen untuk membentuk sebuah aliansi pertahanan (collective defense).

Kerjasama Aliansi ANZUS

Bentuk-bentuk perjanjian dan kerjasama yang terdapat dalam aliansi pertahanan ANZUS yaitu:

  1. Kerjasama bilateral mengenai masalah pertahanan dan keamanan dalam praktek kegiatan bisnis. Di mana ketiga negara anggota dapat mengakses pendidikan, pelatihan dan teknologi militer yang dimiliki oleh satu sama lain;
  2. Negara-negara anggota aliansi harus menyokong perjanjian atau pertempuran Amerika Serikat di wilayah Asia Pasifik. Di sini, aliansi ANZUS menjadi kunci yang penting bagi Amerika Serikat sebagai dasar jaringan persekutuan bilateral Asia Pasifik yang juga melibatkan Jepang, Korea, Thailand dan Filipina. Jaringan persekutuan dan hubungan yang strategis ini merupakan inti sikap Amerika Serikat di Asia. Dengan demikian, Amerika Serikat dapat mengontrol stabilitas keamanan regional di kawasan Asia Pasifik khususnya. Dalam pakta tersebut pun, terdapat kesepakatan bahwa negara-negara anggota akan saling mendukung kapan pun dibutuhkan.

Advertisement
Continue Reading Below