Kebenaran Fakta Sejarah Privateer, Buccaneer, Corsair dan Bajak Laut Karibia

Begitu banyak mitos tentang Bajak Laut yang selalu diulang oleh film, novel, game dan media lainnya. tetapi apakah image mereka tentang perampok jahat yang jarang mandi, sangat ditakuti, begitu mudah membunuh dan suka menyembunyikan harta karun adalah benar? apakah pengaruh mereka juga demikian besar sehingga sampai memiliki kota atau pulau bajak laut yang mereka operasikan secara mandiri? ternyata sejarah berbicara lain.

movie about pirates in the carribean late 17 century
Pirates of the Carribean, salah satu film populer mengenai Bajak laut dengan segala legenda yang menyertainya

1. Siapakah sosok bajak laut yang sesungguhnya?

Bajak laut di Karibia beroperasi di abad ke 17 dan 18. pada awalnya tidak semua sebutan berarti pembajak, Buccaneer adalah warga pemburu yang menjual daging asap termasuk juga kepada Bajak laut. pada akhirnya dianggap sama karena siapapun dengan mudah bercampur dalam kegiatan Bajak laut. awak pembajak sendiri umumnya adalah masyarakat yang karena alasan tertentu memilih untuk melaut agar terhindar dari hukuman, penganiayaan, perbudakan atau paksaan.

Tidak semua Bajak laut adalah penjahat atau kriminal, sebagian adalah kaum terbuang entah karena perbedaan agama, pandangan politik, kondisi sosial, tekanan tradisi atau ekonomi di tempat tinggalnya. banyak yang merupakan korban penipuan, menghabiskan tabungan mereka untuk pindah dari eropa ke koloni Karibia tetapi nyatanya kota tujuan tidak memiliki infrastruktur yang cukup dan memiliki tanah dan iklim yang berbeda sehingga tidak bisa bertani dengan layak.

Beberapa menjadi pembajak karena bermasalah dengan pemerintahan kota yang semena-mena tentang aturan atau pajak hingga jatuh bangkrut. lainnya karena rivalitas pengaruh di koloni sehingga terpaksa angkat kaki daripada menjadi korban. ada juga para wanita yang dipaksa menikah ataupun hidup dalam belengu tradisi, pelayanan paksa atau perbudakan. semuanya ikut Bajak laut demi bertahan hidup karena kehidupan di koloni Karibia begitu keras dan sulit.

Kebanyakan membajak bukan untuk menjadi kaya, tetapi untuk mendapatkan cukup uang agar ia dan keluarganya bisa pulang ke eropa atau memulai hidup di koloni yang lebih bersahabat entah di amerika utara atau amerika selatan. namun yang biasanya mereka dapatkan dalam pembajakan bukanlah mata uang atau emas melainkan hanya bahan makanan, bahan kulit, atau alat pertukangan hingga tekstil untuk pakaian. karena koloni di Karibia termasuk miskin.

Miskinnya daerah mereka membuat mengumpulkan uang begitu sulit. para pembajak lebih banyak menghabiskan waktu untuk menjual bahan kulit atau tekstil serta peralatan pertukangan atau bibit tanaman yang mereka dapatkan daripada membajak.

pirate flag, st augustine pirate museum
Entah karena pelit atau miskin, bendera Bajak laut Karibia kalah bagus dibandingkan dengan wilayah lain

 

Untung besar baru didapat ketika mereka mendapatkan muatan tepung, anggur dan juga kapal yang berkondisi bagus. gaji dan biaya pembelian bahan makanan, mesiu, bongkar muat, serta perbaikan kapal sangat tergantung dengan penjualan kapal yang mereka sita. sehingga berlainan dengan mitos para Bajak laut tidak merusak kapal lawan mereka. karena kapal rusak harganya murah maka sebisa mungkin tidak ditembak, dirusak atau dibakar.

Tetapi miskinnya mereka tidak menjadi penghalang untuk mandi dan ganti baju rutin seperti rekan-rekan pelaut lainnya. hanya saja di era tersebut memang semua pelaut jarang mandi karena sulit mendapatkan akses air tawar yang hanya digunakan untuk minum. sedangkan mandi air laut tidak enak karena membuat kulit kering dan menjadi lengket ketika kering. semua pelaut di abad tersebut hanya mandi dan mencuci ketika turun hujan yang bukan badai.

2. Lalu bagaimana dengan kisah harta karun yang penuh dengan emas dan permata?

Hal ini terjadi karena beberapa hal yang berbeda yang coba dihubung-hubungkan, pertama adalah kekayaan dari koloni Spanyol di amerika selatan yang memiliki banyak emas dan perak. begitu banyak sehingga spanyol sepanjang tahun terus mendapatkan kiriman kapal yang penuh dengan emas. tetapi koloni spanyol tersebut dijaga dengan ketat oleh armada lautnya yang kuat. mereka bersenjata dan selalu dikawal. karena itu sulit bagi Bajak laut untuk menyerang mereka.

Armada kapal Spanyol yang dinamakan armada harta karun biasanya berlayar langsung ke eropa dari amerika selatan agar cepat dan aman. mereka tidak singgah di Karibia karena mmang tidak diperlukan. apabila melewati sekalipun maka bajak laut akan menyingkir karena tidak mau cari mati dengan armada angkatan laut spanyol. jadi antara bajak laut dan kekayaan emas di amerika selatan sebenarnya tidak nyambung.

Black Beard pirate flag reproduction
Reproduksi bendera Bajak Laut Black Beard, menegaskan bahwa ada banyak variasi disain bendera

Hanya disambung-sambungkan oleh beberapa penulis novel atau naskah film sebagai latar belakang dan penambah keseruan narasi. armada harta karun Spanyol sendiri tidak selalu berisi emas, perak atau permata, terkadang juga diisi dengan rempah-rempah, sutra hingga tembakau, dan zat pewarna seperti chocinaeal dari dan ke berbagai dunia lainnya.

3. Lalu apakah semua kisah tentang bajak laut yang ditakuti adalah tidak benar?

Betul. tetapi ada aspek lainnya. memperkenalkan Privateer yang seringkali dianggap sama atau tercampur aduk dengan Bajak laut oleh berbagai media dan pemerhati sejarah.

Privateer berbeda dengan Bajak laut tulen. privateer menggunakan kapal beserta kapten, perwira hingga awak angkatan laut suatu kerajaan. mereka memang ditugaskan untuk merampok armada perkapalan kerajaan lawan. jadi serangan dan perampokan yang dilakukan mendapatkan restu dari baginda raja atau ratu. kegiatan mereka sah secara hukum kerajaan karenanya mendapatkan izin berlayar dan berlabuh di seantero wilayah kerajaan.

Sebagai bukti dari legalitas mereka adalah kepemilikan Letter of marque atau surat izin menyerang dan merampas yang diterbitkan oleh kerajaan dengan segel atau stempel kantor laksamana laut. dengan kepemilikan surat ini maka semua kapal rampasan dan isinya bisa disita lalu dijual atas nama kerajaan. privateer pemilik surat akan kebagian jatah sesuai dengan aturan dan perjanjian sebagai ganti operasional serta hadiah atas jerih payahnya.

example of letter of marque
Letter of marque masih terus digunakan hingga era perang Amerika – Inggris di abad selanjutnya

Privateer dioperasikan oleh hampir semua negara, Inggris dengan privateer mereka sedangkan Prancis memiliki nama sendiri yakni Corsair. sedangkan milik bangsa lain seperti Ottoman yang beroperasi di mediterania dikenal sebagai Turkish Corsair, atau Corsair-nya orang Turki.

Walau memiliki kapal dan anggota dari angkatan laut tetapi Privateer terlepas dari royal navy karena sifatnya yang melegalkan pembajakan. demikian juga sarat hitungan untung rugi sehingga sifat dari privateer adalah joint venture antara kerajaan dengan pelaku, atau lebih mirip swasta atau BUMN era medieval. karena modal bersama tetapi ongkos yang ditanggung sendiri, maka seringkali privateer berlaku brutal di dalam usahanya agar memastikan keuntungan.

Berbeda dengan bajak laut yang hanya merampok di laut, kegiatan privateer tidak terbatas di laut karena mereka juga memiliki pasukan. bahkan mereka lebih sering menyerang kota atau koloni kaya milik kerajaan lawan daripada membajak kapal yang muatannya tidak seberapa. bisa dibayangkan berapa kapal dan ratusan bahkan ribuan prajurit yang perlu terlibat untuk menyerang dan menguasai sebuah kota atau koloni yang dipertahankan oleh kerajaan pemiliknya.

Salah satu privateer yang terkenal adalah Sir Francis Drake dari Inggris. di mata Inggris ia adalah pahlawan dalam perang di koloni amerika selatan, dan petualang yang sudah menyelesaikan perjalanan mengelilingi bumi dari eropa, amerika selatan, amerika utara, lalu nusantara, afrika selatan dan kembali ke eropa. hal ini membuatnya mendapatkan gelar bangsawan Sir dari kerajaan. namun di mata Spanyol, Francis Drake adalah pembajak laut.

raid on st augustine by francis drake
Sir Francis Drake memimpin Privateer dalam sebuah serangan darat ke St. Augustine di Florida, Amerika

Dualisme antara pahlawan dan pembajak dari sudut pandang yang berbeda seringkali membuat privateer secara keliru dianggap sama oleh banyak pihak. walaupun memang kegiatannya sama-sama membajak tetapi ada perbedaan yang khas. paling terlihat antara pelaku yang memiliki backing kerajaan dengan pasukan dan armada kapal yang banyak, dengan Bajak laut tulen yang biasanya hanya satu kapal dengan crew yang seadanya saja.

4. Lalu mengapa tidak semua Bajak laut menjadi privateer?

Karena tidak ada lowongan sebab anggota privateer diharuskan sudah menguasai teknik bertempur dan sudah berpengalaman sebagai pelaut. dengan iming-iming pembagian hadiah yang besar maka lowongan privateer selalu jadi rebutan oleh anggota angkatan laut kerajaan.

Dibandingkan dengan privateer, Bajak laut tidak semuanya menguasai teknik pertempuran ataupun berpengalaman lama sebagai pelaut. biasanya hanya tau daerah sekitaran perairan Karibia saja. jauh dari kemampuan dan pengalaman privateer yang bahkan mampu beroperasi lintas samudra. dibandingkan dengan Privateer ataupun Corsair, Bajak laut Karibia itu termasuk unyu-unyu, preman kelas kampung yang hanya buat onar kecil.

Karena itu Bajak laut walaupun terus menjadi masalah di Karibia tetapi tidak ditanggapi serius oleh kerajaan pemilik koloni. karena sebenarnya efeknya kecil dan jumlah serangannya tidak banyak atau dianggap wajar. demikian juga serangan jarang terjadi terhadap kapal kerajaan yang tentunya bersenjata ataupun dikawal. hanya kepada kapal-kapal koloni yang berdagang antar pulau.

black beard illustration based on legends
Penampilan Edward Teach atau Black Beard menurut legenda dan cerita rakyat

Hanya ada beberapa Bajak laut ternama yang betul-betul menjadi duri dalam daging dan menjadi masalah bagi pemerintah kolonial. salah satunya adalah Black Beard yang terkenal, walau sebenarnya ia menjadi terkenal ketika berlayar di India. hanya ketika muda ia berlayar di sekitaran amerika selatan dan Karibia. walau digambarkan brutal dan gila tetapi nyatanya ia merupakan komandan yang dipilih oleh awak kapalnya, jadi disegani tetapi bukan ditakuti.

Kisah Black Beard dimulai ketika awak Bajak laut tidak tahan melihat kapal inggris yang penuh dengan harta. sebelumnya mereka hanya menyerang kapal Spanyol di bawah pimpinan kapten tua, seorang mantan Privateer. sekarang dengan menyerang kapal kerajaan sendiri maka awak kapal betulan menjadi Bajak laut. sang kapten dan sebagian awak memilih pensiun dan menerima pengampunan dari kerajaan. sementara Black Beard dan awaknya terus berkelana.

Karena tantangan hidup yang berat dan selalu dikejar berbagai negara, maka ia mengadopsi taktik yang berbeda. ia pura-pura berlaku tidak waras agar korbannya takut dan memilih menyerah daripada bertempur. ia dikabarkan menggunakan 2 buah pedang, 2 buah pistol, dan 2 buah pipa rokok sekaligus dan selalu memilin milin janggutnya yang diberi pita dan dibakar menyala ketika sedang merampok. namun sejarah mencatat ia sekalipun tidak membunuh korban yang dirampok.

5. Bagaimana dengan kisah markas atau kota Bajak laut, apakah benar?

Ini keliru. Bajak laut tinggal di kota pelabuhan dimana mereka masih diterima oleh walikotanya. di Karibia sendiri ada beberapa koloni dari berbagai bangsa dan kerajaan yang memiliki posisi tersendiri terhadap Bajak laut. apabila sang pembajak adalah bangsa Inggris maka ia akan diterima di kota pelabuhan Inggris. sebaliknya pembajak dari prancis akan diterima di kota pelabuhan Prancis.

Tentu ada pakem yang berlaku, yakni Pembajak tersebut tidak boleh membajak kapal dari kerajaan atau kota dimana mereka tinggal. Bajak laut sendiri kadang dianggap sebagai gentlemen oleh warga kota atau walikota, minimal sebagai partner dagang atau businessmen. karena mereka membawa komoditas untuk dijual (dari hasil merampok) dan membutuhkan penginapan, hiburan dan juga bahan makanan, air tawar serta jasa reparasi kapal.

Port Royale illustration
Ilustrasi suasana Port Royale, jauh dari kesan kota Bajak laut

Seringkali kota yang menerima mereka seperti Port Royale dan Tortuga dianggap sebagai kota pembajak, padahal bukan. kedua kota aslinya dibuat oleh Spanyol sebelum mereka beralih ke Amerika Selatan. besarnya arus imigran dari Inggris, Prancis, Belanda membuat kota tersebut beralih dari tangan Spanyol. setelah itu kota tersebut menjadi kota netral yang juga menerima para Bajak laut ataupun Privateer berbagai negara terhadap Spanyol.

6. Bagaimana dengan kebiasaan Bajak laut mengubur harta mereka, untuk apa?

Ya, memang sebenarnya tidak ada gunanya. kebiasaan ini hampir bisa dibilang hoax. hanya ada 1 kejadian saja dalam sejarah dimana ada Bajak laut yang tercatat menguburkan hartanya. dan hal ini malah jadi petaka baginya karena diketahui, bukan dari peta harta tetapi oleh anak buah yang membocorkan kepada rival mereka. akibatnya sang Bajak laut dilaporkan ke otoritas kota dan ditangkap karena dituduh merampok kapal yang berasal dari kerajaannya sendiri.

Satu-satunya tujuan menyembunyikan harta adalah untuk menghilangkan bukti bahwa mereka pernah menyerang kapal dari kerajaan yang salah. apabila tidak terjadi maka semua harta tersebut bisa dibawa ke kota mereka tinggal dan disimpan di bank apabila ada atau dibelikan rumah, tanah, kuda dan berbagai aset lainnya. tidak ada halangan sehingga Bajak laut perlu untuk menyembunyikan harta mereka. apalagi biasanya mereka senantiasa miskin (ingat point No.1), tidak kaya harta.

7. Bagaimana dengan kaki palsu dari kayu, tutup mata sebelah, hingga kait di tangan?

Untuk kaki palsu atau pegleg sebenarnya tidak khas bajak laut. di masa itu karena pertempuran yang sudah beralih pada bubuk meisu, bola meriam dan peluru musket, maka seringkali prajurit s/d petinggi terluka tembak. karena kerusakannya biasanya parah dan pengetahuan medis yang belum modern maka anggota badan yang kena tembak biasanya harus diamputasi daripada membusuk yang bisa berakibat kematian.

Untuk kaki maka dikenakan pegleg atau kaki dari kayu sebagai bantuan untuk berdiri. apabila pada lengan bawah atau tangan maka dikenakan semacam hook atau kait sebagai alat bantu. tetapi hal ini tidak terbatas pada bajak laut ataupun militer melainkan terjadi juga berbagai profesi dan lapisan sosial. dari pendaki ternama yang terjatuh, pemburu aristokrat yang diserang hewan buas, hingga prajurit atau pelaut rendahan yang terluka dalam perang.

pegleg used by non pirates
Karikatur yang sedikit banyak menjelaskan tentang umumnya digunakan prostetik kayu

Sedangkan untuk penutup mata sebelah, ini betulan khas bajak laut. dan ini sebenarnya menarik karena bukan sekedar penutup mata yang cacad atau terluka tetapi berfungsi untuk membantu penglihatan. para penggunanya tidak selalu buta sebelah mata melainkan umumnya memiliki sepasang mata yang sehat. satu mata sengaja ditutup agar selalu dalam kondisi gelap sehingga bisa melihat dengan jelas ketika masuk ke tempat yang gelap.

Karena permukaan laut begitu terang sedangkan geladak di dalam kapal begitu gelap, para Bajak laut merasa perlu untuk memiliki mata yang mampu melihat dengan cepat di dalam kegelapan. solusinya adalah penutup mata di atas. apabila mereka masuk ke dalam ruangan yang gelap maka mereka akan membuka tutup mata tersebut dan seketika mendapatkan pandangan dalam kegelapan.

Hal ini sangat berguna dalam penyerangan, karena Bajak laut yang datang dari luar kapal yang begitu terang benderang akan butuh waktu lama untuk menyesuaikan penglihatan dalam kegelapan di dalam lambung kapal. hal ini tentu bisa berakibat fatal bagi mereka dalam suasana pertempuran sehingga tutup mata sebelah menjadi trick yang sangat berguna.

8. Selain dari hal di atas apakah ada keuntungan lain dengan menjadi Bajak laut?

Selain dari motivasi ekonomi, hal yang paling umum dikejar adalah kebebasan. di kapal pembajak aturan dibuat oleh sang Kapten bukan hukum kerajaan atau agama yang terkadang kolot, kuno dan tidak lagi sesuai dengan perubahan jaman. karena itu banyak yang menjadi Bajak laut karena memiliki konflik dengan agama, kepercayaan, suku, ras, hingga nilai tradisi.

Hal ini paling terlihat dengan diterimanya orang-orang berkelainan sebagai awak pembajak. bukan hanya dibiarkan tetapi juga dilindungi sehingga semakin berkembang. hal ini terjadi karena kapten Bajak laut bersedia mempekerjakan hingga menikahkan mereka secara resmi. dinamakan Matelotage, sebuah kata Prancis yang berarti “keahlian melaut”. karena banyaknya pelaut Prancis yang menikah sesama jenis maka matelotage menjadi sinonim dari pernikahan sejenis.

pirate marriage
Rekonstruksi suasana pernikahan matelotage antar Bajak laut

Dalam pernikahan matelotage kedua sejoli sesama jenis akan menukar cincin layaknya pernikahan sungguhan secara formal di depan kapten dan awak kapal secara meriah dengan alat musik apabila ada. mereka lalu diikat secara resmi untuk membagi kamar, harta, bahkan asuransi dan warisan. apabila satu pasangan meninggal maka harta benda beserta warisan kematiannya akan diberikan kepada pasangan yang masih hidup.

Hal ini membuat para orang-orang berkelainan yang menjadi sasaran karena nilai agama dan pemerintahan berubah profesi menjadi Bajak laut. mereka mencari perlindungan walaupun harus bekerja sebagai pembajak. namun tidak semua Bajak laut menyukai sesama jenis dan tidak semua yang ikut dalam matelotage terlibat dalam hubungan. beberapa tokoh bajak laut yang tercatat dalam sejarah diketahui hanya menggunakan matelotage sebagai pengikatan tali persaudaraan.

Pernikahan ini sendiri cukup populer diantara para pemuda sehingga pemerintah kolonial sampai merasa perlu untuk meminta kerajaan induk di eropa untuk mengirim wanita penghibur agar tidak menjadi masalah. sayangnya datangnya ratusan wanita tersebut sekalipun tidak menjadi penghalang bagi matelotage. para orang-orang berkelainan nyatanya turut membagi wanita penghibur tersebut diantara mereka, bahkan menikah bersama dengan satu wanita.

9. Ada hal lain yang menarik tentang Bajak laut?

Ya, ada. Bajak laut walaupun terkesan garang dan jahat, tetapi nyatanya sangat takut dengan kematian. persisnya mereka takut tidak dikuburkan dengan layak. karena itu mereka mengenakan anting, semakin bagus dan mewah antingnya maka semakin baik. ada semacam kode di antara pembajak bahwa apabila mereka melihat pembajak yang mati maka mereka sebisa mungkin akan membawa jazadnya ke darat dan menguburkannya dengan layak.

why pirates fear myth and death
Bajak laut umumnya sangat percaya dengan takhyul karena pendidikan yang rendah dan rasa berdosa yang tinggi

Sebagai ongkos penguburan yang layak, yang bisa meliputi peti mati, batu nisan dan upacara doa, maka anting sang korban akan diambil dan dijual. jadi anting tersebut berfungsi sebagai biaya pemakaman pemiliknya. karena itu pada anting mereka juga diukir atau dicetak nama tempat dimana mereka mau dikuburkan. pantang bagi mereka untuk mati di laut yang menurut mitos bisa membuat jiwa tersesat selamanya di samudra luas.

Kebiasaan mengenakan anting di kalangan pria ini terus terbawa ke era modern, padahal dahulu memiliki makna yang sangat berbeda. bukan sebuah tanda orang-orang berkelainan, bukan pula tanda seni, rebel (pemberontak) atau machoisme, tetapi sebuah fungsi yakni sebagai ganti biaya agar bisa mendapatkan penguburan yang layak.

Apakah kebiasaan anting agar dikuburkan di darat berlaku bagi semua pelaut? nyatanya tidak. Sir Francis Drake sang privateer dimakamkan di laut. bagi pelaut profesional pemakaman laut adalah suatu kewajaran, asalkan dilakukan dengan upacara yang cukup. karena itu pelaut normal tidak atau jarang mengenakan anting. sebab mereka tidak terlalu percaya dengan mitos Davey Jones’ locker, berbeda dengan Bajak laut yang memang begitu percaya dengan takhyul.