Sisi Lain Bung Karno : Polisi Belanda ditipu oleh Soekarno

Advertisement
Continue Reading Below
Banyak cerita yang sudah dikisahkan oleh Soekarno dalam tulisan-tulisannya. Mulai dari kisah perjuangannya yang penuh pengorbanan hingga kisah cintanya yang mendebarkan. Adakalanya cerita yang diungkap bernada sedih, tapi takjarang sangat lucu dan menggelikan. Salah satu kisahnya yang lucu adalah ketika Soekarno menipu Belanda.
Suatu ketika, Soekarno dibuntuti seorang polisi Belanda. Saat itu Soekarno sudah tahu kalau dirinya sedang diikuti, memang dirinya sudah menjadi daftar hitam teratas dari pemerintah Belanda. Sejak dirinya mulai terlihat vokal, khususnya dalam pidato-pidato pedasnya yang anti kolonialisme dan imperialisme, Soekarno selalu dimata-matai. Sedikit saja Soekarno melanggar hukum, Belanda dengan cepat akan mengirimnya ke dalam bui. ‘
Meski tahu sedang dibuntuti, Soekarno tidak cemas Justru karena tahu polisi Belanda tidak boleh melepaskan pandangan mengikuti-jejaknya, membuatnya sering mempermainkan polisi Belanda. Waktu itu, Soekarno sedang bersepeda, seorang polisi mengikutinya dari belakang. Soekarno sengaja tidak mempercepat laju sepedanya. Dia melaju dengan santai saja. Polisi belanda itu pun santai pula mengikuti
dari kejauhan. Tiba tiba timbul pikiran membikin polisi itu repot.di tepi persawahan. Soekarno berhenti dan meninggalkan sepedanya di sana. Kemudian Soekarno berjalan meniti pematangan. menuju suatu perkampungan yang agak jauh letaknya. tempat seorang temannya tinggal. Soekarno tahu, sepedanya tidak akan ada yang mengambil.
Polisi yang mengikuti tadi memiliki tugas untuk terus mengawasi Soekarno. ia tidak boleh kehilangan jejaknya barang sedetik pun. Tapi kesulitannya sekarang adalah sepedanya tidak boleh ditinggalkan begitu saja seperti sepeda Soekarno. Disiplin melarang polisi Belanda meninggalkan sepedanya di jalanan. Akhirnya terpaksa polisi itu memikul sepedanya meniti pematang sambil terseok-seok. Sesekali polisi itu terjerumus masuk lumpur sawah dengan bebannya yang cukup berat. Dia tidak berani membiarkan Soekarno bebas berkeliaran di luar pengawasannya. Sedangkan Soekarno yang punya pikiran nakal itu enak saja meniti pematang panjang menuju perkampungan. Dia dengan jalan lenggang kangkung. sementara di belakang sang polisi dengan geram mengikutinya.
Kejadian yang hampir sama juga terjadi ketika Soekarno berada di Ende. Flores. tempat pembuangannya. Suatu sore. ketika Soekarno sedang berjalan-jalan. seorang Belanda yang bertugas mengawasi Soekarno sedang membuntutinya. Soekarno yang sedang bersepeda menuju sungai mengetahuinya. Sesaat kemudian Soekarno berhenti dan menengok ke belakang. Ia pun tertawa terpingkal-pingkal melihat pemandangan di belakangnya.
Ternyata, Belanda yang mengikutinya tadi sedang berdiri diatas sadel sepeda seraya kedua tangannya memegang erat-erat sebuah pohon dengan wajah pucat. ia berbuat begitu karena ada dua ekor anjing yang mengejar, melompat-lompat, dan menyalak padanya. Melihat kejadian ltu Soekarno pun merasa geli.
“Sungguhpun aku kepanasan dan dalam keadaan kotor di waktu itu, namun pemandangan ini lebih menyegarkan badanku daripada air sungai yang sejuk.”Ujarnya.
Pada bulan Desember 1929 Soekarno dijebloskan ke penjara. Saat dipenjara, Soekarno mengandalkan hidupnya dari sang istri. Seluruh kebutuhan hidup dipasok oleh Inggit yang dibantu oleh kakak kandung Soekarno, Sukarmini atau yang lebih dikenal sebagai ibu Wardoyo. Saat dipindahkan ke penjara Sukamiskin, pengawasan terhadap Soekarno semakin keras dan ketat. Dia dikategorikan sebagai tahanan yang berbahaya. Bahkan untuk mengisolasi Soekarno agar tidak mendapat informasi dari luar, dia digabungkan dengan para tahanan ‘elite’. Kelompok tahanan ini sebagian besar terdiri dari orang Belanda yang terlibat korupsi, penyelewengan. atau penggelapan.
Bulan-bulan pertama menjadi tahanan di Sukamiskin, komunikasi Soekarno dengan rekan-rekan seperjuangannya nyaris putus sama sekali. Untuk menyiasati hal itu, Soekarno punya akal. la berkompromi dengan inggit bagaimana caranya menyelundupkan informasi dari luar ke dalam penjara untuknya. Caranya? Dengan menggunakan telur dan Alquran.
Saat itu pihak penjara melarang kiriman-kiriman buku-buku politik ataupun informasi untuk Soekarno. Tapi mereka membolehkan Soekarno menerima kiriman makanan, di antaranya telur. Selain itu, pihak penjara juga membolehkan Soekarno menerima buku-buku agama dan Alquran. Lalu. bagaimana telur dan Alquran bisa menjadi transfer informasi bagi Soekarno?
Ternyata, dengan cerdas Soekarno memerintah Inggit ataupun Ibu Wardoyo untuk menggunakan telur menjadi alat komunikasi untuk mengabarkan keadaan di luar penjara. Caranya, bila yang dikirim telur asin, artinya di luar ada kabar buruk yang menimpa rekan-rekan Soekarno. Namun, dia hanya bisa menduga-duga saja kabar buruk tersebut, karena Inggit tidak bisa menjelaskan secara detail.
Seiring berjalannya waktu, Soekarno dan Inggit kemudian menemukan cara yang lebih canggih untuk mengelabui Belanda. Medianya masih sama, telur. Namun, telur tersebut telah ditusuk-tusuk dengan jarum halus dan pesan lebih detail mengenai kabar buruk itu dapat dipahami Soekarno. Satu tusukan di telur berarti semua kabar baik, dua tusukan artinya seorang teman ditangkap, dan tiga tusukan berarti ada penyergapan besar-besaran terhadap para aktivis pergerakan kemerdekaan.
Selain telur, mereka juga menggunakan buku-buku agama dan juga Alquran. Inggit yang mendapat jatah berkunjung dua kali sepekan diizinkan membawa buku buku agama dan Alquran. Misalnya, Soekarno dikirimi Alquran tanggal 24 bulan April. Maka Soekarno harus membuka surat Alquran keempat di halaman 24. Di bawah huruf-huruf tertentu pada halaman tersebut terdapat lubang-lubang kecil seperti huruf Braille. Contohnya di bawah huruf B ada tusukan, selanjutnya di bawah huruf U, dan seterusnya, hingga membentuk rangkaian kata dan kalimat yang berisi kabar dari rekan-rekan seperjuangannya yang berada di luar penjara.
Advertisement
Continue Reading Below