Syarat dan Cara Menjadi Wasit di Pertandingan Bola Basket

Advertisement
Continue Reading Below

Wasit dalam pertandingan bola basket memiliki peranan yang sangat penting untuk memastikan jalannya pertandingan yang kondusif, adil dan aman yang dapat diterima oleh kedua tim. Berbeda dengan olahraga lainnya, wasit bola basket harus memiliki ketelitian yang tinggi terkait detail-detail kecil dilapangan, karena olahraga ini yang terkenal sangat cepat dan rawan terjadi kontak fisik antar pemain. Para wasit yang ditugaskan harus lebih teliti serta memutuskan semuanya dengan cepat dan adil. Jumlah Wasit Bola Basket ada tiga yakni wasit utama atau yang disebut referee, wasit kedua yakni umpire, dan wasit ketiga yang disebut scorer. Untuk mekanisme dan cara menjadi wasit bola basket bisa dibilang gampang-gampang susah, yang pastinya para wasit harus memiliki knowledge atau pengetahuan terkait peraturan yang berlaku di masing-masing kompetisi.

cara menjadi wasit bola basket

 

Syarat Menjadi Wasit Bola Basket

Wasit adalah sang pengadil di lapangan, tentunya untuk menjadi seorang wasit, tiap orang atau individu wajib menguasai beberapa hal yang dibutuhkan untuk kualifikasinya. Berikut beberapa syarat untuk menjadi wasit dalam permainan bola basket:

Paham Peraturan Bola Basket

Meski tiap kompetisi menyajikan detil aturan yang berbeda, namun secara umum peraturan bola basket dibuat secara universal. Untuk menjadi seorang wasit, peraturan dasar bola basket wajib dikuasai, terutama terkait aturan pertandingan, jenis-jenis pelanggaran bola basket, dan lain sebagainya.

Adil dan Jujur

Syarat utama menjadi wasit yang baik adalah menjunjung tinggi sikap adil dan jujur. Terkadang wasit mendapat tekanan lebih ketika memimpin pertandingan di arena tertentu, namun apapun yang terjadi seorang wasit harus mengambil tiap keputusan secara jujur dan adil sehingga tidak merugikan salah satu tim.

Tegas dalam Pengambilan Keputusan

Wasit utama biasanya dibantu oleh umpire dan scorer yang selain memiliki tugasnya sendiri, mereka juga memiliki hak untuk memberi masukan ke wasit utama. Tugas paling besar dari wasit utama adalah menentukan keputusan dari tiap kejadian, terlebih jika momen yang terjadi sangat cepat. Wasit harus memiliki ketegasan yang dihormati oleh para pemain di lapangan.

Sistem Pelanggaran dan Sanksi

Aturan pelanggaran bola basket memiliki detil yang berbeda di tiap kompetisi, namun sang wasit harus mampu menyesuaikan dengan aturan yang berlaku. Sanksi yang diberikan pun harus sesuai dengan jenis pelanggaran yang didapat, sehingga tim tertentu tidak merasa diuntungkan atau dirugikan.

Pengetahuan Luas 

Tidak hanya pengetahuan dasar saja yang harus dikuasai oleh wasit, saat ini wasit-wasit juga membekali diri dengan pengetahuan yang luas terkait dunia basket. Terutama mengetahui karakter dari tiap pemain, jadi dalam praktiknya sang wasit bisa mencegah pemain tertentu mengambil keuntungan terlalu banyak yang diakibatkan dari eksploitasi aturan basket yang berlaku. Di NBA, beberapa pemain memiliki kemampuan untuk mendapatkan foul yang lebih sering dengan mengetahui kelemahan dari tiap aturan.

Tidak Memihak

Hal terpenting lain adalah keberpihakan, wasit bola basket harus netral meskipun tim yang bertanding adalah tim kebanggaannya. Profesionalitas menjadi yang paling utama untuk menjadi seorang wasit atau pemimpin lapangan.

 

Cara Menjadi Wasit Bola Basket

Selain syarat-syarat yang disebutkan di atas, secara teknis untuk menjadi wasit bola basket harus memahami hal-hal berikut:

Posisi Wasit

Wasit 1 dan wasit 2 memiliki posisi yang berbeda di lapangan, dan harus selalu dekat dengan situasi permainan. Contohnya saat terjadi tembakan hukuman, maka wasit 1 dan 2 pindah tempat yang dimana wasit 2 kemudian memberikan bola kepada pemain yang mendapat jatah menembak. Setiap lemparan ke dalam ataupun free throw harus diawali oleh bola yang dberikan oleh wasit. Begitupun dengan momen lainnya seperti jump ball ataupun fastbreak. Wasit utama akan mengikuti arah bola sedangkan wasit 2 lebih statis.

Pedoman Pelanggaran

Pelanggaran ada yang diberikan ke pemain khusus (personal foul) dan juga ke tim (team foul). Untuk team foul tiap kuarter maksimal 5 kali, setelahnya tim yang mendapat hadiah foul akan terus mendapatkan freethrow. Untuk personal foul, aturannya tiap pemain maksimal mendapatkan 5 kali dalam satu pertandingan, ketika mendapat foul ke-6 maka pemain tersebut akan langsung dikeluarkan dari lapangan (foul out). Sementara untuk pelanggaran yang keras atau mengganggu tugas wasit/official, pemain bisa mendapatkan technical foul, jika 2 kali maka akan dikeluarkan dari lapangan (ejected). Untuk tipe pelanggaran yang disengaja dan bisa menciderai pemain lawan, maka wasit bisa mengeluarkan flagrant foul.

Dari banyaknya tipe foul ini, sang wasit harus mampu memberikan sanksi yang tepat untuk tiap-tiap kejadian, pengetahuan luas serta ketelitian sangat dibutuhkan dalam momen ini.

Isyarat Wasit

Dalam memberikan instruksi terkait pertandingan, wasit biasanya memberikan bahasa-bahasa isyarat yang langsung bisa dimengerti oleh para pemain yang bertanding, misalnya ketika terjadi technical foul atau ejected, wasit akan menggunakan isyarat tangan tertentu, selain itu juga jumpball dan momen-momen lainnya.

Advertisement
Continue Reading Below