8 Prinsip Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Advertisement
Continue Reading Below
Prinsip dalam penelitian tindakan kelas adalah:

  1. PTK dilakukan tidak mengganggu komitmennya sebagai pendidik dalam proses belajar mengajar artinya seorang guru dalam melaksanakan tugasnya mengikuti kalender akademik, dimana setiap satuan pendidikan telah mengatur Silabus yang berkenaan dengan SK dan KD yang harus di selesaikan dalam semesternya. 
  2. Kolaboratif PTK bisa dilakukan dengan guru, kepala sekolah, pengawas, praktisi sehingga mendukung kelancaran pelaksanaannya. Dalam hal ini kolaborasi membantu pelaksanaan tindakan baik sebagai observer maupun sebagai pelaksana tindakan dan ini disepakati bersama sesua dengan kemampuannya kolaborasi. 
  3. Siklus yang diterapkan hendaknya mengutamakan pada ketercapaian kriteria keberhasilan, dan dikembangkan dengan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. yang terus mengalir menghasilkan siklus baru sampai penelitian tindakan kelas dihentikan. Dalam siklus terdiri dari bebrapa pertemuan atau tindakan setipa pertemuan idealnya tiga pertemuan namun peneliti mempertimbangkan deangan materi pelajaran maka dalam hal ini minimal dua kali pertemuan, RPP yang digunakan dalam penelitian tindakan hendaknnya meperhatikan komponen dalam RPP yang menjadi perhatian dalam hal ini adalah pada komponen penilaian, artinya apabila satu RPP akan digunakan untuk satu kali pertemuan maka harus ada penilaian, namun apabila satu RPP untuk dua kali pertemuan maka penilaian dilasanakan pada pertemuan kedua, penilain disi yang dimaksud adalam penilaian untuk mengetahui peningkatan pada aspek kognitif, afektif dan aspek psikomotor. 
  4. Teknik pengumpulan data dalam hal ini adalah teknik tes dan non tes yang digunakan dalam mengembangkan intrumen penilain, Teknis tes misalnya Tes Pilihan Ganda, menjodohkan, jawaban singkat dan lain-lain. Teknik Non Tes misalnya angket, wawancara, skala, portopolio dan lain-lain. Teknik pengumpulan data diharapkan tidak menuntut waktu dan cara yang berlebihan. 
  5. Metodologi yang digunakan hendaknya dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah sepertihalnya setting penelitian, subyek penelitian, teknik dan alat pengumpulan data, analisi data, indikaor keberhasilan dan prosedur penelitian. 
  6. Peneliti mengidentifikasi dan merumuskan hipotesis secara meyakinkan, mengembangkan inovasi metode, strategi yang dapat diterapkan pada situasi kelas, serta memperoleh data yang dapat digunakan untuk membuktikan hipotesis tindakannya. 
  7. Masalah yang terungkap adalah masalah yang benar-benar membuat Guru galau, sehingga atas dasar tanggung jawab profesional, dia didorong oleh hatinya untuk memiliki komitmen dalam rangka menemukan jalan keluarnya melalui PTK. 
  8. PTK dilaksanakan mengikuti kaidah ilmu pengetahuan

Advertisement
Continue Reading Below