Alasan Peneliti Mula Kesulitan Membuat Karya Tulis Ilmiah

Advertisement
Continue Reading Below

Membuat sebuah karya tulis ilmiah tidaklah mudah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah (a) kurangnya pengetahuan tentang metodologi penelitian, (b) kurangnya pengalaman terutama dalam praktek penelitian secara benar, dan (c) minimnya waktu dan dana penelitian. Mungkin tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa bagi para pemula, membuat karya tulis ilmiah masih dirasakan sebagai tugas yang sukar. Namun, persepsi ini akan menjadi sebaliknya bila kita memahami dengan baik prosedurnya. 

Pada dasarnya, tujuan karya tulis ilmiah adalah melaporkan hasil kegiatan/penelitian ilmiah secara sistematis, jelas, padat, dan benar. Tentunya, di dalam penyampaian pokok-pokok pikiran secara jelas tersebut memerlukan medium berupa kalimat-kalimat yang jelas, lugas, dan benar jika dipandang dari segi tata bahasa. Oleh sebab itu dalam proses penyusunan karya tulis ilmiah diperlukan syarat kebahasaan. Bahasa yang digunakan dalam menulis karya ilmiah adalah bahasa ragam ilmiah. Bahasa ragam ilmiah merupakan ragam bahasa berdasarkan pengelompokan menurut jenis pemakaiannya dalam bidang kegiatan. Sesuai dengan sifat keilmuan, bahasa Indonesia ragam ilmiah harus memenuhi syarat diantaranya sesuai dengan kaidah bahasa baku, logis, kuantitatif, denotatif, dan tepat. 

Karya ilmiah merupakan hasil atau keluaran dari suatu kegiatan penelitian ilmiah. Karya ilmiah inilah yang nantinya akan dipublikasi dalam bentuk karya tulis ilmiah. Tulisan ilmiah merupakan tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya. Sebuah tulisan disebut sebagai karya tulis ilmiah apabila : 

  1. disertakan fakta dan data yang bukan merupakan khayalan ataupun pendapat pribadi. 
  2. disajikan dengan bentuk ilmiah, obyektif atau apa adanya. 
  3. menggunakan bahasa baku (ilmiah), lugas, dan jelas. 
Pada dasarnya penelitian (research) muncul sebagai upaya manusia untuk (a) mencari kebenaran atau (b) mencari solusi dari masalah yang dihadapinya. Sedangkan usaha mencari kebenaran dapat ditempuh dengan berbagai cara diantaranya penemuan secara kebetulan, trial and error, spekulasi, pengalaman, maupun melalui penelitian ilmiah. 
Penelitian ilmiah adalah penelitian yang dilakukan secara sistematis dengan metode ilmiah. Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah : 
  1. Mencari, merumuskan, dan mengidentifikasi masalah 
  2. Menyusun kerangka pemikiran (Logical Construct) 
  3. Merumuskan hipotesis 
  4. Menguji hipotesis secara empirik 
  5. Menarik kesimpulan 

Advertisement
Continue Reading Below