Kritik Sastra dan Esai: Pengertian, Jenis, dan Cirinya

Advertisement
Continue Reading Below
Pada Kesempatan ini kita akan sama-sama membahas tentang pengertian, jenis dan struktur kritik sastra dan esai dalam bahasa Indonesia. Di bawah ini kita akan menjelaskannya satu persatu agar kita dapat memahami kritik sastra maupun esai.

Kritik dan esai merupakan salah satu bentuk karya sastra yang marak diciptakan oleh berbagai kalangan sastrawan, pembaca dan penerbit.

Berikut ini kita bahas tentang pengertian, jenis dan ciri-ciri kritik sastra dan esai dalam bahasa Indonesia.


Kritik Sastra dan Esai: Pengertian, Jenis, dan Cirinya



Kritik Sastra dan Esai: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Strukturnya


Pengertian Kritik Sastra dan Esai

Dalam bahasa Indonesia, kritik sastra merupakan pertimbangan baik atau buruknya suatu karya sastra yang dinilai secara objektif. Kritik sastra hampir mirip dengan resensi tetapi kritik sastra lebih bersifat ilmiah. Kritik sastra menilai dan mempertimbangkan isi, bentuk atau peristiwa yang terdapat pada karya sastra.

Kemudian esai merupakan karangan yang membahas suatu masalah secara sepintas dengan sudut pandang subjektif (menurut pandangan penulisnya). Dalam esai, penulis membahas peristiwa yang saat ini sering dibicarakan orang atau aktual dengan menggunakan sudut pandang pribadinya dan berusaha meyakinkan kepada pembaca untuk menerima pendapat dan pandangannya.

Jenis Kritik Sastra dan Esai

Berikut ini akan kita jelaskan dan uraikan beberapa jenis kritik dan esai:

Kritik Sastra

  1. Kritik sastra intrinsik, Menganalisis karya sastra berdasarkan unsur intrinsiknya sehingga akan diketahui kelemahan dan kelebihan yang ada di dalam karya sastra.
  2. Kritik sastra ekstrinsik, yaitu menganalisis karya sastra berdasarkan unsur ekstrinsiknya. Analisis ini dengan cara menghubungkan karya sastra dengan sejarah, psikologi, religius, pendidikan dan sosial.
  3. Kritik deduktif, yaitu menganalisis dengan cara memegang teguh pada sebuah ukuran yang dipercayainya dipergunakan secara konsekuen.
  4. Kritik induktif,  yaitu menganalisis karya sastra dengan cara melepaskan semua hukum aturan yang berlaku.
  5. Kritik impresionik, yaitu menganalisis hasil karya sastra berdasarkan kesan pribadi secara subjektif terhadap karya sastra.
  6. Kritik penghakiman, yaitu menganalisis karya sastra dengan cara berpegang teguh  pada ukuran atau aturan tertentu untuk menentukan sebuah karya sastra baik atau buruk.
  7. Kritik teknis, yaitu analisis karya sastra yang dilakukan untuk tujuan-tujuan tertentu.

Kritik Esai

  1. Esai deskriptif adalah esai yang menggambarkan subjek atau objek yang dapat menarik perhatian pengarang.
  2. Esai tajuk adalah esai yang sering dilihat dalam surat kabar dan majalah. Jenis ini mempunyai satu fungsi khusus yaitu menggambarkan padangan dan sikat surat kabar atau koran tersebut terhadap satu topik dan isu dalam masyarakat.
  3. Esai cukilan yaitu esai yang memperbolehkan seorang penulis membeberkan beberapa segi kehidupan individual seorang tokoh kepada para pembaca.
  4. Esai Pribadi hampir sama juga dengan esai cukilan watak.
  5. esai reflektif adalah esai yang ditulis secara formal dengan bahasa yang serius.
  6. Esai kritik adalah tulisan tentang pemusatan diri sendiri sebagai penulis terhadap seni.


Ciri Kritik Sastra dan Esai

Berikut ini kita membahas tentang ciri dari kritik sastra dan esai

Kritik Sastra

  1. Memberikan tanggapan terhadap karya sastra yang dihasilkan.
  2. Memberikan penilaian baik atau buruk sebuah karya sastra.
  3. Menggunakan pertimbangan yang bersifat objektif
  4. Memaparkan kesan pribadi terhadap sebuah karya sastra
  5. Memberikan alternatif perbaikan dan penyempurnaan terhadap karya sastra.
  6. Tidak berprasangka dan tidak terpengaruh terhadap penulisnya.

Kritik Esai

  1. berbentuk prosa
  2. singkat
  3. memiliki gaya yang berbeda
  4. selalu tidak utuh
  5. memenuhi keutuhan penulis
  6. mempunyai ciri pribadi atau bersifat personal.
Advertisement
Continue Reading Below