Pengertian Manajemen Keuangan Menurut Tokohnya

Manajemen keuangan dapat diartikan sebagai manajemen dana baik yang berkaitan dengan pengalokasian dana dalam berbagai bentuk investasi secara efektif maupun usaha pengumpulan dana untuk pembiayaan investasi atau pembelanjaan secara efisien.

Pengertian Manajemen Keuangan Menurut Tokohnya

Berdasarkan pendapat para ahli yang dikemukakan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa manajemen keuangan merupakan suatu manajemen dana yang bukan hanya berhubungan dengan cara perolehan dana tetapi mencakup masalah penggunaan dana pengalokasian dana tersebut seefesien mungkin.

Fungsi Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan dapat juga dipandang sebagai suatu manajemen yang mempelajari fungsi-fungsi dengan tujuan untuk memaksimumkan nilai perusahaan, Agar tujuan tercapai maka manajer keuangan harus dapat menjalankan fungsi-fungsi dari manajemen dengan baik.

Selain itu terdapat beberapa kegiatan yang harus dilakukan oleh manajer keuangan menurut Weston dan Copeland ( 2001 : 8 ) yaitu :

  1. Melakukan perencanaan dan pemrakiran ( forcasting ), dimana manajer keuangan berinteraksi dengan para eksekutif yang bertanggung jawab atas kegiatan dan perencanaan strategis yang umum.
  2. Manajer keuangan harus memusatkan perhatian kepada keputusan investasi dan pembiayaan, serta segala hal yang berkaitan dengannya.
  3. Manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manajer lain di perusahaan agar perusahaan dapat beroprasi seefisien mungkin.
  4. Manajer keuangan harus mampu menghubungkan perusahaan dengan penanam modal, dimana dana dapat diperoleh dan surat beharga perusahaan dapat diperdagangkan.

berdasarkan beberapa pendapat yang telah dikemukakan diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa manajer keuangan bertanggung jawab langsung dalam memperoleh dana dan menggunakan dana tersebut untuk kegiatan perusahaan yang akan dapat memaksimalkan perusahaan.

Laporan Keuangan

Laporan keuangan disusun dengan maksud menyediakan informasi keuangan suatu perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai bahan pertimbangan di dalam mengambil keputusan. Disamping itu laporan keuangan dapat juga digunakan untuk memenuhi tujuan-tujuan lain yaitu sebagai laporan keuangan kepada pihak-pihak diluar perusahaan.

Laporan keuangan digunakan oleh para manajer untuk meningkatkan kinerja sedangkan bagi kreditor digunakan untuk mengevaluasi kemungkinan dibayarnya pinjaman dan bagi pemegang saham digunakan untuk meramalkan laba, deviden, dan harga saham. Serta merupakan sarana informasi keuangan utama kepada pihak-pihak diluar korporasi.

Laporan keuangan menurut Sadeli ( 2000 : 18 ) adalah laporan tertulis yang memberikan informasi kuantitatif tentang posisi keuangan dan perubahan-perubahannya serta hasil yang dicapai selama periode tertentu.

Baridwan ( 2004 : 18 ), berdasarkan PSAK No. 1 (Revisi 1998) tentang penyajian laporan keuangan menyatakan bahwa laporan keuangan lengkap terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut :

  1. Neraca, yaitu laporan yang menunjukkan keadaan keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu.
  2. Laporan, laba rugi, yaitu laporan yang menunjukkan hasil usaha dan biaya-biaya selama satu periode akuntansi.
  3. Laporan perubahan ekuitas, yaitu laporan yang menunjukkan sebab-sebab perusahaan ekuitas dari jumlah pada awal periode menjadi jumlah ekuitas pada akhir periode.
  4. Laporan arus kas (cash flow statment), menunjukkan arus kas masuk dan keluar yang dibedakan menjadi arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan.
  5. Catatan atas laporan keuangan.

Jenis laporan yang banyak dipakai adalah neraca (balance sheet) dan laporan laba rugi (income statement). Neraca adalah laporan yang menunjukkan keadaan keuangan suatu unit usaha pasa tanggal tertentu dan akan berubah dicatat sebagaimana dikatakan Larson ( 2005 : 18 ) “Balance sheets describes a company’s financial position (types an amounts of assets, liabilities and equity) at a point in time”.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa suatu laporan keuangan merupakan informasi penting bagi berbagai pihak yang berkepentingan dengan perusahaan yang bersangkutan, dan merupakan akuntansi dalam suatu usaha dan dapat dijadiakan sebagai bahan penguji dalam pekerjaan menganalisis pembukuan dan menilai posisi keuangan suatu perusahaan.

Pengertian Pasar Modal Menurut Usman dkk, ( 1998 : 4 ) mengatakan bahwa : ”Secara teoritis pasar modal (capital market ) didefinisikan sebagai perdagangan instrument keuangan ( sekuritas jangka panjang, baik dalam bentuk modal sendiri maupun utang ( bonds ), baik yang diterbitkan pemerintah (public authorities) maupun swasta ( private sectores)”.

Jadi kesimpulannya pasar modal adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi efek-efek yang ada di pasar modal.

Pengertian Financial Leverage Menurut Sartono ( 2008 : 263 ) yaitu penggunaan sumber dan yang memiliki beban tetap dengan harapan bahwa akan memberikan tambahan keuntungan yang lebih besar dari pada beban tetapnya sehingga akan meningkatkan keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham.

Pengertian Earning Per Share Widoatmodjo (2007:102) mengemukakan Earning Per Share adalah Merupakan rasio antara pendapatan setelah pajak dengan jumlah saham yang beredar, jadi dengan mengetahui EPS kita bisa menilai berapa kira-kira potensi pendapatan yang bakal kita terima, seandainya kita menjadi investor saham. Didalam perdagangan, EPS ini sangat berpengaruh pada harga pasar saham. Semakin tinggi EPS, maka semakin mahal harga suatu saham, dan sebaliknya.

Pengertian Retun On Equity Menurut Tandelilin (2001 : 240), ROE menggambarkan sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang bias diperoleh pemegang saham.

Pengaruh Financial Leverage Terhadap EPS dan ROE Financial Leverage menunjukkan penggunaan modal pinjaman dalam rangka pembiayaan perusahaan yang diharapkan akan dapat meningkatkan pengembalian atas modal. Financial Leverage memberikan pengaruh posotif maupun negative bagi perusahaan yang menggunakannya.

Pengaruh positif atas penggunaan finansial leverage akan meningkatkan pengembalian laba bersih perlembar saham (EPS) perusahaan, sedangkan pengaruh negative atas penggunaan financial leverage bagi perusahaan adalaha meningkatnya biaya operasi perusahaan sebagai akibat dari meningkatnya beban bunga atas modal pinjaman yang mengalami peningkatan pula. Tetapi peningkatan EPS dan ROE tidak terlepas dari kaitannya dengan volume penjualan perusahaan dalam menghasilkan produk atau jasa yang akan dijual oleh perusahaan.

Hipotesis

Berdasarkan pokok permasalahan yang telah dikemukakan sebelumnya, maka penulis mengemukakan sebagai berikut :

  1. Financial Leverage mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Earning Per Share (EPS) pada perusahaan Sub Sektor Telekomunikasi yang terdaftar di BEI periode 2010-2012.
  2. Financial Leverage mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Return On Equity (ROE) pada perusahaan Sub Sektor Telekomunikasi yang terdaftar di BEI periode 2010-2012.

Definisi Konsepsional

Financial Leverage penggunaan sumber dana yang memiliki beban tetap dengan harapan bahwa akan memberikan tambahan keuntungan yang lebih besar daripada beban tetapnya sehingga akan meningkatkan keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham.

Earning per Share (EPS) Komponen penting pertama yang harus diperhatikan dalam analisis fundamental perusahaan adalah laba per lembar saham.

Return On Equty (ROE) menggambarkan sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang bisa diperoleh pemegang saham.