Pengertian Sejarah Serta Ruang Lingkupnya

Advertisement
Continue Reading Below

Berbicara tentang sejarah, banyak orang mengatakan bahwa pengertian sejarah adalah masa lampau, Memang tidaklah salah, namun lebih mendalam lagi yang perlu diketahui bahwa pengetahuan tentang sejarah sangat penting dalam kehidupan sehari-hari sebab orang yang belajar sejarah akan bersikap bijaksana ketika menghadapi sesuatu pada kehidupannya.

Dari sebab diatas, maka pada artikel ini saya akan menjelaskan tentang pengertian serta ruang lingkup sejarah. Dengan begitu, kita dapat mengambil arti serta manfaat di balik setiap peristiwa sejarah yang telah berlangsung.

Pengertian Sejarah Serta Ruang Lingkupnya

Contoh manfaat sejarah dalam ruang lingkup yang kecil adalah terdapat sekelompok masyarakat dalam perayaan-perayaan tertentu selalu mengungkap sejarah keluarganya. Ini dilakukan supaya generasi pada masyrakat tersebut mengenal tentang sejarah yang terdapat di lingkungannya.

Di Jawa Barat misalnya, ada tradisi silaturahmi hari Raya Idul Fitri dengan cara seluruh keluarga itu berkumpul dan dalam perkumpulan itu diungkapkan bagaimana asal usul keluarga tersebut terbentuk. Tradisi ini sering disebut dengan khaul keluarga.

Selain itu, sejarah juga bisa digunakan untuk memperingati suatu peristiwa, misalnya adalah ulang tahun lembaga pendidikan pesantren.

Dalam perayaan lembaga pendidikan ini akan diungkapkan bagaimana sejarah berdirinya pesantren itu, siapa pendirinya, bagaimana proses berdirinya pesantren tersebut, bagaimana perjuangan yang dilakukan oleh para pendiri dalam membangun pesantren, dan cerita-cerita lainnya.

Berdasarkan contoh-contoh diatas tersebut, apakah sejarah itu hanya bicara masa lalu? Jawabannya adalah justru dengan membaca sejarah, kita akan mampu menyikapi perubahan-perubahan yang akan terjadi di masa mendatang.

Melalui ilmu sejarah, manusia bukannya harus terus mengenang kejadian-kejadian tempo lalu dan merindukannya, melainkan harus mampu belajar dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan manusia-manusia zaman dulu agar hidup lebih baik.

Pengertian Sejarah

Sejarah adalah kejadian yang terjadi pada masa lampau yang disusun berdasarkan peninggalan-peninggalan berbagai peristiwa.

Peninggalan-peninggalan itu disebut sumber sejarah. Dalam bahasa Inggris, kata sejarah disebut history, artinya adalah masa lampau, dalam hal ini dijelaskan mengenai masa lampau umat manusia.

Dalam bahasa Arab, sejarah disebut sajaratun (syajaroh), artinya pohon dan keturunan. Jika kita membaca silsilah raja-raja akan tampak seperti gambar pohon dari sederhana dan berkembang menjadi besar.

Dalam bahasa Yunani, kata sejarah disebut istoria, yang berarti belajar. Jadi, sejarah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa, kejadian yang terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia.

Dalam bahasa Jerman, kata sejarah disebut geschichte yang artinya sesuatu yang telah terjadi, sesuatu yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia.

Menurut Ahli Sejarawan dari Indonesia berpendapat Sartono Kartodirdjo bahwa sejarah adalah rekonstruksi masa lampau atau kejadian yang terjadi pada masa lampau.

Diantara pengertian sejarah diatas perlu kita ketahui juga, bahwa masih banyak perbedaan pendapat mengenai pengertian sejarah.

Walaupun tidak berbeda jauh dari satu sama lainnya, namun ada keterkaitan yang menghubungkan antara pendapat satu dengan yang lainnya.

Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

Beberapa pengertian sejarah yang dikemukakan oleh para ahli, adalah sebagai berikut.

  1. Roeslan Abdulgani, pengertian sejarah ialah ilmu yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadiannya, dengan maksud untuk menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya, untuk dijadikan perbendaharaan-pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan masa sekarang serta arah progres masa depan.
  2. Thomas Carlyle, memberikan pengertian sejarah adalah peristiwa masa lampau yang mempelajari biografi orang-orang terkenal. Mereka, adalah penyelamat pada zamannya. Mereka merupakan orang-orang besar yang pernah dicatat sebagai peletak dasar sejarah.
  3. Herodotus, ahli sejarah pertama dunia berkebangsaan Yunani, yang mendapat julukan: The Father of History atau Bapak Sejarah. Menurut Herodotus sejarah tidak berkembang ke arah depan dengan tujuan yang pasti, melainkan bergerak seperti garis lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh keadaan manusia.
  4. Ibnu Khaldun mengatakan bahwa pengertian sejarah sebagai catatan tentang masyarakat umat manusia atau peradaban dunia, tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada watak masyarakat itu.
  5. Muhammad Yamin mengatakan bahwa sejarah ialah ilmu pengetahuan umum yang berhubungan dengan cerita bertarikh, sebagai hasil penafsiran kejadian-kejadian dalam masyarakat manusia pada waktu yang telah lampau atau tanda-tanda yang lain.
  6. Mohammad Ali dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah menyatakan sejarah, yaitu:
  • Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
  • Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
  • Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan kejadian dan peristiwa dalam kenyataan di sekita kita.
  1. W J S Poerwadarminta dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia mengungkapkan sejarah, yaitu:
  • Silsilah atau asal-usul.
  • Kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
  • Ilmu, pengetahuan, cerita pelajaran tentang kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi.
  1. Edward Hallet Carr, sejarah adalah suatu proses interaksi serba-terus antara sejarawan dengan fakta-fakta yang ada padanya. Suatu dialog tiada henti-hentinya antara masa sekarang dengan masa silam.
  2. Robert V. Daniels, sejarah ialah kenangan pengalaman umat manusia.
  3. J. Bank berpendapat bahwa semua peristiwa masa lampau adalah sejarah (sejarah sebagai kenyataan). Sejarah dapat membantu manusia untuk memahami perilaku manusia pada masa yang lampau, masa sekarang, dan masa akan datang.

Dari penelusuran pengertian-pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa sejarah dipergunakan, sebagai perkataan sehari-hari dan sebagai ilmu pengetahuan.

Jadi, bila kita rumuskan kembali pengertian sejarah yang disaring dari pengertian tadi maka sejarah, adalah ilmu yang meneliti peristiwa atau kejadian yang telah terjadi dalam masyarakat manusia pada waktu yang lampau.

Ciri-Ciri Sejarah

Mempelajari sejarah berarti membiasakan diri untuk berpikir secara historis dan kritis. Cara berpikir sejarah berbeda dengan cara berpikir ilmu pengetahuan alam yang saintis.

Berpikir secara historis tentu akan terus berhubungan dengan masa lampau, sedangkan dalam berpikir saintis kita tak dituntut untuk menengok masa lalu.

Kita bisa menulis, misalnya, sejarah hidup (biografi) Blaise Pascal dalam sebuah buku. Dalam buku itu kita membahas mengenai masa kecil Pascal, masa sekolah, kuliah, hingga ia menemukan rumus fisikanya yang terkenal.

Kita pun bisa menghubungkan kehidupan pribadinya dengan keadaan zaman yang dihadapinya, yaitu zaman pencerahan Eropa. Namun, kita tidak bisa membahas masalah rumus dan praktik laboratoriumnya secara detail.

Pembahasan detail tentang teori-teori dan hukum-hukum Pascal tentu akan dibahas pada ilmu sains (fisika), tidak dalam ilmu sejarah. Ini juga yang merupakan batasan dari ilmu sejarah.

Berikut ini adalah ciri-ciri utama dalam dunia sejarah, yaitu bahwa:

  1. Peristiwa sejarah itu abadi, tetap dikenang oleh generasi selanjutnya. Misalnya peristiwa proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.
  2. Peristiwa sejarah itu unik, hanya terjadi satu kali seumur hidup, tak pernah terulang secara persis untuk kedua kalinya. Oleh karena itulah tidak akan pernah ada peristiwa sejarah yang berulang. Setiap peristiwa akan berbeda dengan peristiwa sebelumnya, mungkin saja peristiwanya sama tetapi pelaku, waktu, dan tempatnya akan berbeda
  3. Peristiwa sejarah itu penting karena memiliki arti dan makna terhadap kehidupan khalayak ramai dan memiliki pengaruh besar dalam perjalanan manusia yang menjalaninya, misalnya peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, walaupun berlangsung singkat, namun dianggap sebagai peristiwa bersejarah karena pengaruhnya yang besar terhadap persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Setelah mempelajari tentang pengertian dan ciri-ciri sejarah, lalu timbul pertanyaan darimana kita akan memulai untuk menulis sejarah ? untuk tahu hal ini maka diperlukan yang namanya ruang lingkup. Simak pembahasannya dibawah ini.

Ruang Lingkup Sejarah

Ruang lingkup dalam sejarah terbagi dalam 4 bagian yaitu sebagai berikut.

Sejarah sebagai Peristiwa

Konsep sejarah sebagai peristiwa, senantiasa membicarakan tentang kejadian, kenyataan, aktualitas yang telah terjadi atau berlangsung pada masa silam.

Apakah itu peristiwa? Peristiwa adalah sebuah gerak yang terjadi pada suatu masa dan mengakibatkan peristiwa lainnya. Peristiwa dalam cakupan sejarah berarti segala sesuatu yang telah berlangsung pada waktu yang telah lalu dan menimbulkan akibat pada kehidupan manusia pada waktu itu dan pada masa setelahnya.

Para sejarawan tak hanya mencatat rangkaian peristiwa yang terjadi, namun juga mencoba menelusuri latar belakang atau sebab-musabab peristiwa muncul.

Bila kita membaca buku yang berjudul, misalnya, Peristiwa Penting Seputar Drama Rengasdengklok maka kita membaca runtutan atau adegan tokoh-tokoh pemuda yang terlibat dalam pertemuannya dengan Soekarno dan Hatta sebagai sebuah sejarah.

Sejarah sebagai Kisah

Membicarakan sejarah sebagai kisah berarti berbicara sejarah sebagai sebuah cerita dalam berbagai bentuk, baik narasi maupun tafsiran dari suatu peristiwa sejarah.

Kisah ini pun dapat berupa tulis atau lisan. Secara tulisan, kisah sejarah ini dapat dilihat dalam bentuk tertulis seperti pada buku, majalah atau surat kabar.

Secara lisan, kisah dapat diambil dari ceramah, percakapan atau pelajaran di sekolah. Sejarah merupakan suatu kisah yang diceritakan dalam berbagai bentuk, baik narasi maupun tafsiran dari suatu kejadian.

Contoh sejarah sebagai kisah adalah cerita mengenai Sultan Iskandar Muda dalam Hikayat Aceh. Dalam hikayat ini diceritakan cukup detail mengenai masa kecil Iskandar Muda hingga ia memerintah Kerajaan Aceh dengan cukup bijaksana.

Di sini kita melihat sosok positif dari sultan tersebut karena yang menulis hikayat pun adalah orang dalam Aceh. Dengan demikian sejarah sebagai kisah subjektif sifatnya.

Contoh lain adalah kitab-kitab yang ditulis oleh para pujangga istana di Jawa seperti Negarakretagama, Pararaton, Kidung Sundayana, Carita Parahyangan, dan lain-lain.

Sejarah sebagai Ilmu

Sejarah sebagai cabang ilmu pengetahuan hendaknya dibahas dan dibuktikan secara keilmuan (ilmiah). Guna membuktikan keilmiahannya, dalam menganalisis sejarah seyogyanya digunakan berbagai standar dan metode-metode ilmiah.

Dengan demikian, kesahihan penelitian sejarah dapat dipertanggung-jawabkan secara moral dan keilmuwan. Oleh karena itu, ketika akan mempelajari sebuah objek sejarah maka harus dibuat metode ilmiah secara sistematis dengan tujuan memperoleh kebenaran sejarah.

Sejarah sebagai ilmu mempelajari sejarah sebagai aktualitas dan mengadakan penelitian serta pengkajian tentang peristiwa dan cerita sejarah.

Sejarah sebagai ilmu juga menjelaskan pengetahuan tentang masa lalu yang berusaha menentukan dan mewariskan pengetahuan mengenai masa lalu suatu masyarakat tertentu.

Ciri-Ciri Sejarah Sebagai Ilmu

Ada beberapa ciri ketika sejarah dikategorikan sebagai ilmu:

Empiris

Sejarah sangat berkaitan dengan pengalaman manusia. Pengalaman tersebut direkam dalam dokumen dari peninggalan-peninggalan sejarah lainnya. Sumber-sumber tersebut kemudian diteliti oleh para sejarawan untuk bisa dijadikan fakta. Fakta-fakta itulah yang kemudian diinterpretasikan dan dilakukan penulisan sejarah.

Memiliki Objek

Setiap ilmu pengetahuan tentunya harus memiliki tujuan dan objek materi atau sasaran yang jelas dan memiliki perbedaan dengan dengan ilmu yang lain. Sebagai mana umumnya ilmu-ilmu lain, yang menjadi objek dalam kajian sejarah adalah manusia dan masyarakat pada kurun waktu tertentu.

Memiliki Teori

Ilmu pengetahuan sosial pada umumnya memiliki teori-teori tertentu. Sejarah mempunyai teori yang berisi yang berisi kaidah-kaidah pokok suatu ilmu. Seperti misalnya teori yang dikemukakan oleh Arnold Toynbee mengenai teori Challenge and Response.

Memiliki Metode

Dalam rangka penelitian, sejarah mempunyai metode tersendiri dengan melakukan pengamatan yang sistematis. Ini untuk menghindari suatu pernyataan tidak didukung oleh bukti-bukti yang kuat maka pernyataan tersebut itu bisa ditolak. Dengan menggunanan metode sejarah yang tepat seorang sejarawan bisa meminimalisir kesalahan dan dapat membuat kesimpulan yang bisa dipertanggungjawabkan.

Sejarah sebagai seni

Tokoh penganjur sejarah sebagai seni adalah George Macauly Travelyan. Ia menyatakan bahwa menulis sebuah kisah peristiwa sejarah tidaklah mudah, karena memerlukan imajinasi dan seni.

Menulis sejarah merupakan seni, filsafat, polemik, dan dapat sebagai propaganda. Sejarawan abad 19 bernama Comte, Spencer, dan Mill menyebutkan bahwa metode dan sikap ilmiah pengetahuan alam dapat dipergunakan untuk mempelajari sejarah, tanpa memerlukan modifikasi lebih lanjut.

Namun menurut Dithley, seorang filsuf modern, menyatakan bahwa hal tersebut adalah tidak benar, sebab sifat alami dari pengetahuan alam adalah sesuatu yang selalu nyata dan terlihat, sehingga sejarah yang bersifat abstrak tidak mudah menganalisisnya.

Oleh karena itu, sejarah adalah pengetahuan tentang rasa. Dithley menambahkan bahwa pemahaman dengan cara imajinatif mampu menjadikan fakta sejarah lebih hidup dan lebih berarti.

Itulah sebabnya, menurut George Macauly Travelyan dalam penulisan kisah sejarah harus menggunakan bahasa yang indah, komunikatif, menarik, dan isinya mudah dimengerti.

Dengan demikian, diperlukan seni dalam penulisan sejarah sehingga tercipta suatu peristiwa sejarah yang dapat dipelajari secara urut, lengkap, menarik, dan tidak membosankan.

Oleh karena itu, seorang sejarawan harus bersedia menjadi ahli seni untuk menghidupkan kembali kisah kehidupan di masa lalu, masa sekarang, dan yang akan datang. Dengan demikian selain elemen ilmiah sejarah juga mengandung elemen seni.

Demikian pembahasan saya mengenai sejarah dalam pengertian serta ruang lingkupnya. Semoga membantu para pembaca untuk menambah wawasan. Akhir kata terimakasih telah berkunjung.

Advertisement
Continue Reading Below