Trade Down and Move Up The Pick – NBA Draft

Advertisement
Continue Reading Below

Dalam malam NBA Draft seringkali tim-tim yang sudah mendapatkan pick melakukan inovasi sesuai kebutuhan tim dengan cara melakukan trade down atau move up dari pick yang mereka miliki. Tentunya ini bukan tanpa alasan karena tiap manager tim sangat tahu detail kebutuhan timnya masing-masing.

Trade Down dan Move Up Pick NBA Draft

Sebelum adanya NBA Draft terlebih dahulu digelar NBA Draft Lottery untuk menentukan tim-tim mana saja yang berhak mendapatkan urutan 1-15, event ini digelar undian dengan peserta 15 tim dengan peringkat terbawah. Untuk pool undiannya akan makin besar untuk tim dengan rekor terburuk. 

Di musim 2019/2020, Golden State Warriors dan Minnesota Timberwolves berada pada dua urutan terbawah. Yang mendapatkan Number 1 pick overall adalah Minnesota, sedangkan Golden State mendapatkan 2nd pick overall. Charlotte Honets, Chicago Bulls dan Cleveland Cavaliers menyusul untuk peringkat 3, 4 dan 5. Sedangkan peringkat 6-10 dihuni oleh Atlanta Hawks, Detroit Piston, New York Knicks, Washington Wizards dan Phoenix Suns.

Apakah Tiap Tim dapat Bertukar Pick?

Tentu saja bisa, namun ada aturannya. Makin tinggi pick makin tinggi nilainya, termasuk untuk garansi salary yang didapatkan oleh pemain. No 1 overall akan mendapatkan gaji 10 juta USD tiap musimnya, 2nd pick 8 juta, dan 3rd pick 6 juta. Namun value bukan hanya ditentukan dari gaji yang akan didapatkan oleh si pemain. Tapi tentunya kualitas dari pemain itu sendiri. Inilah uniknya value player di NBA dimana demand akan semakin tinggi berdasarkan actual quality, bukan hanya gaji. Sementara untuk gaji pemain hanya formalitas atau value kesepakatan dari klub ke pemain, atau cara klub menilai kontribusi pemain. Penilaian pemain juga dilihat dari hasil measurement di NBA Draft Combine

Move Up Pick

Untuk tim-tim dengan ambisi besar untuk memiliki talenta terbaik, mereka dapat menggunakan metode ini untuk naik peringkat. Namun konsekuensinya adalah asset yang harus disertakan selain pick mereka itu sendiri. Contohnya ketika NBA Draft 2018 saat Dallas Mavericks yang memiliki posisi 4 sangat ingin menggaet Luka Doncic yang diproyeksikan berada di top 2 pick.

Disini Hawks memberikan 4th pick overall plus future 1st pick di tahun 2019. Pemberian asset mungkin tak terlalu besar, namun bila Dallas memiliki posisi yang lebih rendah dari 4th, maka future asset bahkan pemain yang dikorbankan akan semakin banyak.

Begitupun dengan swap pick lain yang menargetkan bintang suatu tim, misalnya jika Lakers ingin 1st overall di first round pick milik Timberwolves, maka mereka harus menyiapkan kompensasi yang besar berupa beberapa talenta muda mereka serta future 1st pick. Dan ini semua dilakukan hanya dalam satu waktu yaitu di malam NBA Draft tersebut.

Trade Down Pick

Yakni salah satu opsi terbaik yang dimiliki oleh tim yang ingin memperkaya asetnya dengan menukar pick tersebut ke posisi yang lebih rendah ke tim lainnya. Strategi ini mungkin terdengar aneh, namun tidak untuk tim-tim yang sudah komplit memiliki skuad.

Seperti misalnya tim A memiliki 3 pemain bintang dengan gaji yang besar. Maka jika mereka mendapatkan top 3 pick, beban gaji yang akan dibayar akan makin tinggi dan kemungkinan terkena luxury tax yang tidak murah. Sementara top 3 pick dihuni oleh pemain-pemain berposisi sama seperti tiga bintang tersebut, maka opsi terbaik adalah menurunkan posisi pick tersebut untuk menurunkan proyeksi gaji serta mendapatkan kompensasi lebih dari future asset ataupun penyertaan pemain berkualitas milik tim lain.

Sementara tim A tersebut tetap dapat pick dan memilih pemain dengan posisi sesuai kebutuhan tim. Meskipun secara kualitas tak sebaik top 3 pick, namun kebutuhan tim adalah segalanya.

Jadi Trade Down dan Move Up Pick bukan hanya karena kebutuhan mendapatkan pemain terbaik saja, namun lebih ke situational yang mana tiap tim memiliki target untuk fokus pada pemenuhan kebutuhannya.

Tim dengan proyeksi membangun ulang jangka panjang akan sangat gembira jika mendapatkan top 3 pick karena bisa menjadi pondasi tim. Sedangkan tim yang memiliki banyak bintang biasanya hanya membutuhkan pemain-pemain spesifikasi tertentu yang sesuai dengan pola permainan tim.

Advertisement
Continue Reading Below